Jelang Lebaran Inflasi Belitung Timur Tembus 3,00 Persen, Harga Bawang dan Cabai jadi Sorotan
Hendra March 03, 2026 03:39 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi untuk periode Februari 2026.

Hasilnya, Belitung Timur tercatat mengalami inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 107,23.

Data ini menjadi sinyal bagi Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk memperketat pengawasan harga, terutama menjelang momen Hari Raya Idul fitri yang tinggal menghitung hari.

Statistisi Ahli Madya BPS Beltim, Fetia Nursih Widiastuti menjelaskan bahwa kenaikan inflasi ini dipicu oleh naiknya indeks di sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan paling mencolok terjadi pada sektor kebutuhan dasar rumah tangga.

Tak hanya itu, sektor perut alias makanan, minuman, dan tembakau juga ikut merangkak naik sebesar 1,27 persen. Meski angka kenaikannya terlihat kecil, namun komoditas di sektor ini paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas karena berkaitan dengan konsumsi harian.

Menanggapi angka tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fahrozi yang mewakili Bupati Beltim menegaskan, data BPS ini akan menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi.

"Data statistik ini landasan utama kami untuk membaca kondisi ekonomi dan menentukan langkah strategis dalam pengendalian inflasi agar stabilitas daerah tetap terjaga," kata Ikhwan.

Ikhwan juga menyoroti beberapa komoditas yang saat ini sedang mengalami tren kenaikan harga di pasar. Selain harga emas yang mempengaruhi pola konsumsi, bumbu dapur seperti bawang dan cabai mulai menjadi perhatian serius karena berkurangnya pasokan dari daerah luar.

"Kenaikan harga bawang dan cabai ini akibat hasil panen dari daerah pemasok berkurang. Namun, di sisi lain, kondisi cuaca yang mendukung membuat hasil tangkapan nelayan cukup baik, sehingga harga ikan relatif stabil," ucapnya.

Menjelang Idul fitri, Pemkab Beltim memprediksi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok akan melonjak tajam, terutama untuk komoditas daging ayam dan daging sapi. Untuk itu, langkah antisipatif mulai disiapkan agar tidak terjadi lonjakan harga yang gila-gilaan.

"Kami memperkuat koordinasi TPID, pemantauan harga di pasar secara rutin, dan pelaksanaan operasi pasar murah. Tujuannya agar distribusi barang tetap lancar dan daya beli masyarakat tidak terganggu jelang lebaran nanti," ungkap Ikhwan dalam rilis.

Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Beltim berkomitmen menjaga agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berbasis data akurat, sehingga masyarakat tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang tanpa dibebani harga pangan yang melambung tinggi. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.