TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Warga di Jalan Sei Fatimah RT 20, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Selasa (3/3/2026) pagi.
Korban diketahui berinisial L (54), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga melaporkannya ke Mako Polsek Nunukan sekitar pukul 08.20 Wita.
Mendapat laporan itu, Kapolsek Nunukan bersama personel piket penjagaan, piket reskrim serta tim Inafis Polres Nunukan langsung mendatangi lokasi kejadian perkara (ТКР).
Kapolsek Nunukan Iptu Disco Barasa melalui keterangan yang disampaikan Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan, korban diketahui merupakan seorang wiraswasta yang tinggal bersama dua anak perempuannya di Kecamatan Nunukan.
Baca juga: Truk Tangki Air di Nunukan Gagal Menanjak dan Terperosok ke Jurang, Sopir Meninggal Terjepit
Sementara istrinya sedang berada di kampung halaman di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, untuk menghadiri acara pernikahan keluarga.
“Korban diketahui seorang wiraswasta yang tinggal dengan dua anak perempuannya, sementara istrinya sedang berada di luar daerah,” kata Ipda Sunarwan kepada TribunKaltara.com, Selasa (3/3/2026).
Lebih lanjut, Ipda Sunarwan mengatakan, anak korban berinisial M (15), sekitar pukul 04.00 Wita sempat mendengar ayahnya keluar dari kamar.
Tak lama kemudian terdengar suara seperti teriakan, namun tidak terlalu diperhatikan karena masih dalam kondisi mengantuk.
Sekitar pukul 07.40 Wita, M berniat untuk mandi. Namun saat hendak membuka pintu kamar mandi, pintu dalam keadaan terkunci dari dalam.
Karena curiga, la mengintip melalui celah pintu dan melihat ayahnya sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon berwarna putih. Tali tersebut diikat di tiang balok gelagar kamar mandi.
Petugas juga mendapati lidah korban dalam kondisi menjulur dan tergigit. Di meja dapur ditemukan beberapa jenis obat milik korban yang terbungkus dalam plastik warna hitam.
Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Menurut keterangan keluarga, korban sudah lama menderita sakit komplikasi dan kerap mengalami kondisi kesehatan yang menurun.
Pihak kepolisian telah melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta membawa korban ke RSUD.
(*)
Penulis: Fatimah Majid