Bupati Trenggalek dan Jember Masih di Arab Saudi di Tengah Eskalasi Konflik, Begini Kondisinya
Erik S March 03, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, TRENGGALEK -  Dua kepala daerah asal Jawa Timur kini masih tertahan di Arab Saudi imbas perang Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Kedua kepala daerah tersebut adalah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Bupati Jember Muhammad Fawait yang sedang ibadah umrah.

Penutupan wilayah udara di sejumlah zona konflik membuat jadwal penerbangan menuju Indonesia belum dapat dipastikan.

Bupati Mochamad Nur Arifin berada di Tanah Suci bersama istrinya, Novita Hardini.

Hingga kini, keduanya masih menunggu kepastian penerbangan kembali ke Tanah Air.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, mengonfirmasi bahwa sejumlah maskapai menunda bahkan membatalkan penerbangan karena pertimbangan keselamatan.

Ia menekankan bahwa maskapai mengutamakan keselamatan penumpang di tengah situasi yang belum kondusif.

"Kita bisa melihat dari berbagai informasi, tidak ada pesawat yang berani melintasi wilayah konflik. Jadi sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan beliau bisa kembali ke tanah air," ungkap Syah.

Syah yang kini ditunjuk sebagai Plh Bupati Trenggalek, mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan Mas Ipin dan warga lain yang masih berada di Arab Saudi. 

"Semoga situasi di Timur Tengah segera membaik dan semuanya bisa pulang dengan selamat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, telah berkomunikasi langsung dengan Mas Ipin terkait kondisi terkini di Tanah Suci

"Tadi malam kami sempat berkomunikasi. Beliau menyampaikan belum bisa pulang karena pesawat memang belum tersedia akibat penutupan jalur udara," jelas Doding.

Ia berharap otoritas penerbangan segera membuka kembali rute dari Arab Saudi setelah situasi dinyatakan aman.

Situasi Bupati Jember 

BUPATI MUHAMMAD FAWAIT
BUPATI MUHAMMAD FAWAIT (Surya.co.id/Iman Nawawi)

Bupati Jember Muhammad Fawait, masih menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Politisi Partai Gerindra tersebut mengungkapan situasi di Kota Makkah dalam keadaan aman.

"Alhamdullah kami disini bersama rombongan semua jemaah umroh baik-baik saja. Situasi di Mekkah berjalan dengan baik tidak terpengaruh apapun," ujarnya melalui pesan suara via WhatsApp dari Arab Saudi kepada Tribun Jatim Network, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Anggota DPR Minta Ribuan Jemaah Umrah RI yang Tertahan di Arab Saudi Tetap Tenang 

"Kami belum menerima pembatalan penerbangan. Insyallah kami lakukan pada hari Rabu (4/2/2026) mohon doanya mudah mudahan berjalan dengan baik," ucap pria yang akrab disapa Gus Fawait ini.

Selain itu, Fawait mengaku juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran untuk memantau kondisi warga Jember yang berada di negara konflik itu.

"Kami terus pantau WNI terutama Warga Jember yang berada di Iran. Namun tentu kami berharap kondisi ini berangsur angsur membaik dan berjalan dengan baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Fawait menilai konflik di Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas terhadap perekonomian global.

Menurutnya, ketegangan di kawasan tersebut dapat mengganggu jalur distribusi perdagangan internasional, mengingat posisi strategis Iran sebagai penghubung kawasan Barat dan Timur.

"Hampir semua negara menganut open ekonomic dengan membuka ekspor-impor. Secara geografis Iran merupakan negara penghubung antara (negara) Barat dan Timur," ucap Fawait.

dan

Perang AS-Israel vs Iran, Bupati Jember Ungkap Situasi Terkini di Makkah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.