Bendungan Margatiga Dituding Tak Berfungsi, BBWS Tegaskan Sudah Sokong Irigasi Hilir
Kiki Novilia March 03, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, Elroy Koyari, membantah isu Bendungan Margatiga Lampung Timur belum memberikan manfaat irigasi bagi pertanian sekitarnya.

Pihak BBWS pun membantah kabar yang menyebut bendungan tersebut belum berfungsi sejak diresmikan oleh pasca diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2024 lalu.

Elroy menyebut, secara teknis Bendungan Margatiga sudah berjalan sesuai peruntukannya yakni menyokong ketersediaan air hingga ke area hilir.

"Bendungan ini memang tidak langsung memberikan manfaat irigasi. Karena sistemnya cascade, dia mensupport bendungan di hilirnya. Jadi manfaat irigasi itu dirasakan di wilayah hilir, termasuk sampai ke daerah Jabung," ujar Elroy, Selasa (3/3/2026).

Ia menekankan bahwa keberadaan Bendungan Margatiga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ketersediaan air di wilayah hilir. 

Baca juga: Lampung Dorong Energi Terbarukan dengan 363 MW dari Bendungan dan Irigasi 50 Ribu Hektare

Dengan adanya penampungan ini, lanjut Elroy, pasokan air untuk Daerah Irigasi (DI) Jabung menjadi lebih terjamin bagi para petani.

"Kalau bendungan ini ada, maka irigasi di hilir seperti Jabung itu tersedia. Jadi fungsinya memang seperti itu, saling mempengaruhi antar bendungan dalam satu sistem," tambahnya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bendungan Margatiga kini telah menjalankan perannya sebagai penopang sistem di hilir secara optimal.

Selain fokus pada pengairan lahan, BBWS juga memproyeksikan Bendungan Margatiga untuk pengembangan sektor energi terbarukan.

Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan area bendungan untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan di Lampung melalui pengembangan Sekampung System. 

Program ini menyasar daerah irigasi terbesar di Provinsi Lampung dengan total cakupan lahan mencapai sekitar 50.000 hektare.

Proyek ambisius ini rencananya akan didukung oleh pendanaan melalui skema pinjaman luar negeri (loan) dari Korea.

"Untuk tahun 2026 sudah ada rencana kegiatan rehabilitasi dan pengembangan Sekampung System. Ini kita harapkan bisa menunjang sektor pertanian di Lampung secara signifikan," jelas Elroy.

Menurut Elroy, proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan menuju konstruksi, dengan proses lelang yang dijadwalkan berjalan pada tahun ini. 

Proyek ini didesain sebagai pengerjaan tahun jamak (multiyears) dengan target penyelesaian dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

"Kalau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, tentu akan sangat menunjang sektor pertanian di Provinsi Lampung," pungkasnya. 

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.