WARTAKOTALIVE.COM - Jangan lupa saksikan gerhana bulan total pada Selasa (3/3/2026) yang bisa dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.
Simak jadwalnya, gerhana bulan total ini bisa dilihat tanpa alat bantu alis bisa langsung dengan mata asalkan cuaca cerah.
Fenomena astronomi berupa Gerhana Bulan Total ini adalah peristiwa yang terjadi saat Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam posisi sejajar.
Prof. Thomas Djamaluddin, periset Pusat Riset Antariksa BRIN menyebutkan gerhana bulan total menampakkan seakan bulan bersembunyi di bayang inti bumi atau umbra.
Cahaya matahari terhalang, namun sinar bulan tidak nampak gelap gulita. Justru penampakannya dari oranye hingga merah gelap.
Baca juga: Durasi Setiap 375 Tahun, Gerhana Matahari Total 8 April Cuma bisa Dilihat di Amerika
"Dengan penampilannya yang dramatis maka sering disebut dengan Blood Moon," jelas Prof Thomas dikutip Wartakotalive.com dari instagram BRIN, Selasa (3/3/2026).
Thomas menambahkan gerhana bulan ini dikenal dengan moonrise eclipse karena bulan akan terbit dalam kondisi sudah fase gerhana.
Jadwal Penampakan Gerhana Bulan Total
Awal fase gerhana sebagian = 16:50:01 WIB
Awal fase gerhana total = 18:04:28 WIB
Puncak gerhana = 18:33:37 WIB
Akhir fase gerhana total = 19:02:24 WIB
Akhir fase gerhana sebagian = 20:17:13 WIB.
Dalam gerhana ini, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat khusuf atau shalat gerhana Bulan.
Gerhana Bulan Total adalah dasar penyelenggaraan shalat Gerhana Bulan.
Secara fiqih, shalat Gerhana Bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan.
Dalam hal ini, LF PBNU memberikan rincian waktu shalat gerhana berdasarkan zona waktu di Indonesia.
Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib sampai pukul 20.17 WIB
Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib sampai 21.17 WITA
Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50 sampai 22.17 WIT.
Baca juga: Iran Klaim 555 Orang Tewas Akibat Serangan AS dan Israel, 200 di Antaranya Anak-anak
Tata cara shalat gerhana
Dikutip dari instagram NU, secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami.
Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk.
Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id. Jamaah shalat gerhana bulan adalah semua umat Islam secara umum sebagai jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.
1.Niat saat takbiratul ihram
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
2. Takbiratul ihram
3. Membaca ta'awudz, Al-Fatihan dan surat Al-Quran (pendek atau panjang)
4. Rukuk pertama
5. I’tidal lalu membaca Al-Fatihah dan surat Alquran
6. Rukuk media
7. I’tidal
8. Sujud pertama
9. Duduk di antara dua sjud
10. Sujud kedua
11. Duduk sejenak
13. Bangkit rakaat kedua gerakannya seperti rakaat pertama
14. Salam
15. Kutbah berisi anjuran istiğfar, tobat, takta dan sedekah. (*)
Penulis : Dian Anditya Mutiara/Wartakotalive.com