TRIBUNNEWS.COM - Update bursa transfer pemain asing Asia Liga Voli Putri Korea untuk musim 2026/2027, Selasa (3/3), mengarah kepada Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Jika Megawati Hangestri kembali memperkuat Red Sparks, ada potensi besar dirinya tidak bisa bermain bersama kapten tim sekaligus quicker timnas voli putri Korea Selatan, Jung Ho-young.
Potensi Megawati comeback ke Liga Voli Korea 2026/2027 terbuka lebar, mengingat federasi bola voli Korea Selatan (KOVO) sudah mengubah aturan sistem perekrutan pemain asingnya, baik kuota Asia maupun non-Asia.
KOVO menghapus sistem perekrutan pemain asing jalur draft, yang kemudian dialihkan ke bebas transfer. Aturan ini mulai diberlakukan untuk Liga Voli Korea musim depan.
Artinya tim-tim Liga Voli Korea untuk 2026/2027 dibebaskan mencari pemain asing Asia dan non-Asia, sesuai dengan kebutuhan pelatihnya.
Namun KOVO meningkatkan keamanan proses transfer karena jika ada pelanggaran berupa 'suap' gaji di atas batas yang ditentukan, maka tim tersebut akan dikenai sanksi.
Hukuman bagi tim yang memberikan gaji pemain asing melebihi batas yang ditetapkan, akan mencoret legiun asing tersebut, dan dilarang beraktivitas dalam perekrutan amunisi anyar baik Asia dan non-Asia di musim selanjutnya.
Seperti yang dilaporkan YNA, sorotan untuk perekrutan pemain asing Asia, tertuju kepada Megawati Hangestri Pertiwi.
Megatron, julukannya, menjadi komoditi panas di jendela transfer tim Liga Voli Putri Korea 2026/2027.
Menukil dari sumber yang sama, selain Daejeon JungKwanJang Red Sparks, klub asal Seoul, GS Caltex, dilaporkan tertarik untuk mendapatkan jasa opposite asal Jember, Jawa Timur ini.
Baca juga: Drama 2 Tim Pengidola Megawati, Mantan Kapten Red Sparks Lesu Tonton Kekalahan GS Caltex
Seperti yang diketahui, Red Sparks mengalami pergantian kapten tim. Saat musim pertama Megawati menginjakkan kakinya di Liga Voli Korea 2023/2024, Red Sparks memiliki kapten pada diri Lee So-young.
Setelah So-young memutuskan hengkang ke Hwaseong IBK Altos pada musim 2024/2025, jabatan kapten tim diemban oleh setter utama Red Sparks, Yeum Hye-seon.
Kini, di musim 2025/2026, tugas sebagai pemimpin di lapangan sementara diemban oleh quicker timnas voli putri Korea Selatan, Jung Ho-young.
Hal ini dikarenakan pada awal musim Hye-seon mengalami cedera.
Tetapi kini situasinya berbalik, saat Hye-seon sudah kembali ke lapangan, Ho-young malah mengalami cedera jari.
Kabar buruknya, Jung Ho-young dilaporkan akan meninggalkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada Liga Voli Putri Korea 2026/2027.
Melansir dari Naver, Jung Ho-young selaku middle blocker andalan Red Sparks saat ini menjadi salah satu pemain yang berstatus sebagai Free Agent (FA) di akhir musim nanti.
Sehingga Ho-young kini juga santer dikabarkan akan hengkang dari Red Sparks. Ia juga disebut-sebut telah menjadi incaran tim lain.
Salah satunya ialah Pink Spiders, yang disebut bisa saja merekrut Jung Ho-young, karena sejumlah alasan salah satu ialah karena masalah batas gaji dan dirinya dianggap bisa menjadi amunisi tambahan untuk meningkatkan performa tim.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut dan baru menjadi kabar burung saja di kalangan volimania Korea Selatan.
Selain itu masa depan Megawati Hangestri juga masih misterius, apakah dirinya memang akan kembali bermain di Korea atau tidak. Sebab pada 2026, Timnas Voli Putri Indonesia juga bakal disibukkan dengan jadwal padat.
(Tribunnews.com/Giri)