Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Perkirakan Masih Ada 60 Ribu Jemaah Umrah akan Berangkat Hingga April
Muhammad Zulfikar March 03, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan estimasi jumlah jemaah umrah Indonesia yang akan berangkat hingga penutupan musim umrah pada April 2026 mencapai 50 hingga 60 ribu orang.

Dirinya mengatakan masih ada puluhan ribu jemaah yang akan berangkat di tengah memanasnya kondisi Timur Tengah. 

Baca juga: Cerita dr Ardi, Jemaah RI yang Umrah saat Perang Iran Vs AS-Israel: Banyak Jemaah Doakan Perdamaian 

"Menurut data dari Kementerian Haji dan Umrah, yang akan berangkat sampai dengan batas akhir penutupan ibadah umrah sekitar awal April itu lebih dari 43.000 jamaah. Itu yang terdata," ujar Dahnil.

Hal itu disampaikan Dahnil dalam Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj, Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan data resmi yang tercatat melalui penyelenggara perjalanan ibadah umrah. 

Meski begitu, jika ditambah dengan jemaah yang berangkat secara mandiri, jumlahnya diperkirakan jauh lebih besar.

"Kalau yang jamaah umrah mandiri dan segala macam, bisa jadi 50 sampai 60 ribu yang sudah bersiap akan berangkat," katanya.

Dahnil sejak awal telah mengimbau agar calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat menunda sementara keberangkatan mereka.

Menurut Dahnil, langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan eskalasi situasi di kawasan yang dapat berdampak pada keamanan maupun kelancaran penerbangan.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi kalau eskalasi meningkat, maka imbauan untuk menunda sementara keberangkatan itu kami anjurkan," ujarnya.

Dirinya juga meminta keluarga jemaah yang saat ini masih berada di Tanah Suci agar tetap tenang dan tidak panik. 

Baca juga: Jemaah Umrah Indonesia Ungkap Rencana Pemulangan ke Tanah Air: 4 Maret via Jeddah–Kuala Lumpur

Pemerintah, kata Dahnil, memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan.

"Keluarga yang mungkin keluarganya masih ada di Tanah Suci jangan khawatir, tetap tenang. Kami berulang kali menyampaikan negara hadir," kata Dahnil.

Ia menambahkan, tim Kementerian Haji dan Umrah bersiaga selama 24 jam di seluruh terminal di Arab Saudi.

Seperti diketahui, serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. 

Beberapa maskapai dilaporkan melakukan perubahan rute maupun penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika situasi regional.
 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.