Iran Kembali Berduka: Istri Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran
Garudea Prabawati March 03, 2026 05:22 PM

TRIBUNNEWS.COM - Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (waktu setempat) dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Selasa (3/3/2026).

Media Iran Tasnim News Agency menyebut, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh mengalami luka parah dalam serangan yang dilakukan AS-Israel dengan menargetkan sejumlah target strategis di Iran, termasuk ibukota Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Mansoureh sempat dilarikan ke rumah sakit dan berada dalam keadaan koma sejak hari serangan, tetapi akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam akibat luka-luka serius yang dideritanya

Tak hanya Mansoureh Khojasteh, mengutip dari Anadolu, sebelumnya  Iran telah mengkonfirmasi kematian Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya dalam serangan yang diklaim dilakukan secara terkoordinasi oleh Washington dan Tel Aviv.

Adapun serangan AS-Israel dimulai pada dini hari waktu setempat. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Teheran dan beberapa kota besar lainnya.

Sumber militer Iran menyatakan, gelombang pertama serangan melibatkan jet tempur dan rudal presisi yang menghantam lokasi yang diduga berkaitan dengan infrastruktur pertahanan dan program nuklir.

Pemerintah Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi tersebut sebagai langkah preventif terhadap apa yang mereka klaim sebagai ancaman nuklir dan rudal balistik Iran.

Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran mempercepat pengembangan teknologi yang dinilai membahayakan keamanan Israel serta kepentingan sekutu AS di kawasan.

Dengan dalih tersebut, AS dan Iran mulai menargetkan pusat komando, serangan juga disebut menyasar fasilitas militer yang berada di bawah kendali Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Hingga kini, perkembangan konflik Iran–AS–Israel masih berlangsung dinamis. Pengamat menilai, serangan dan balasan yang terjadi dalam waktu singkat menunjukkan meningkatnya risiko perang regional yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan dan ekonomi global.

10 Pejabat Senior Iran Tewas dalam Serangan

Buntut serangan yang dilakukan AS-Israel, kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis Iran, sementara korban tewas dan luka-luka terus bertambah berdasarkan laporan media pemerintah.

Berikut rincian lengkap pejabat yang masuk dalam daftar tersebut:

Baca juga: Melania Trump Kritik Keras PBB, Sebut Gagal Lindungi Anak-anak Iran Pasca-Serangan AS

1. Ali Shamkhani

Ali Shamkhani menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan dikenal sebagai penasihat dekat Pemimpin Tertinggi. Sebelumnya, ia memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran selama hampir satu dekade.

Shamkhani memiliki peran strategis dalam perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat serta menjadi salah satu figur kunci dalam kebijakan pertahanan nasional.

2. Abdolrahim Mousavi

Abdolrahim Mousavi merupakan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Ia pernah memimpin angkatan darat Iran sebelum diangkat ke posisi tertinggi militer.

Mousavi sempat dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terkait penanganan demonstrasi nasional.

3. Aziz Nasirzadeh

Aziz Nasirzadeh menjabat sebagai Menteri Pertahanan Iran dalam pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian.

Ia dikenal sebagai tokoh militer yang vokal dalam memperingatkan bahwa Iran siap menargetkan pangkalan militer AS di kawasan jika diserang lebih dulu. Nasirzadeh juga memiliki latar belakang sebagai komandan angkatan udara.

4. Mohammad Pakpour

Mohammad Pakpour adalah Panglima Tertinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Ia merupakan veteran perang Iran–Irak dan termasuk figur paling berpengaruh dalam struktur militer Iran. Sebelum menjabat panglima tertinggi, Pakpour lama memimpin pasukan darat IRGC.

5. Salah Asadi

Salah Asadi dikenal sebagai perwira senior di Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran. Ia dilaporkan terlibat dalam penyusunan strategi militer Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat serta memiliki peran dalam perencanaan respons pertahanan nasional.

6. Mohammad Shirazi

Mohammad Shirazi menjabat sebagai Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi sejak 1989.

Ia menjadi penghubung utama antara Pemimpin Tertinggi dengan para komandan militer senior, menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam koordinasi pertahanan negara.

7. Hossein Jabal Amelian

Hossein Jabal Amelian merupakan Kepala SPND, lembaga yang disebut berperan dalam pengembangan teknologi strategis Iran, termasuk proyek sensitif di bidang pertahanan dan riset militer.

8. Reza Mozaffari-Nia

Reza Mozaffari-Nia adalah mantan Kepala SPND yang disebut memiliki kontribusi penting dalam pengembangan teknologi militer canggih Iran. Namanya kerap dikaitkan dengan proyek-proyek riset strategis negara.

9. Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran periode 2005–2013, dilaporkan tewas setelah kediamannya di Teheran menjadi sasaran serangan udara.

Ahmadinejad dikenal sebagai tokoh garis keras yang vokal menentang Israel dan Barat serta menjadi wajah publik program nuklir Iran selama masa jabatannya.

10. Ali Khamenei

Ali Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 dan otoritas tertinggi dalam sistem politik negara tersebut.

Sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi), ia memegang kendali atas militer, kebijakan luar negeri, serta keputusan strategis negara.

Dampak Geopolitik dan Ancaman Eskalasi

Kematian sejumlah pejabat senior Iran dalam satu serangan besar dinilai sebagai salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah konflik Iran–Israel–AS. 

Serangan ini berpotensi memicu eskalasi militer regional yang lebih luas, termasuk keterlibatan kelompok pro-Iran di kawasan Timur Tengah.

Para analis menilai, situasi ini dapat memperburuk stabilitas keamanan di kawasan Teluk, memengaruhi jalur energi global, serta meningkatkan risiko konflik terbuka antara Iran dan koalisi Barat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari Washington maupun Tel Aviv terkait rincian target operasi tersebut. Sementara itu, Iran menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negaranya.

Perkembangan terbaru konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih terus dipantau komunitas internasional di tengah kekhawatiran meluasnya perang di kawasan.

(Tribunnews.com / Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.