SURYA.CO.ID, SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) resmi mengukuhkan 10 guru besar atau profesor baru melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar Selasa (3/3/2026) di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis.
Dengan pengukuhan ini, jumlah profesor aktif di Ubaya genap menjadi 36 orang.
Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, menyebut penambahan guru besar tersebut menjadi momentum penting menjelang Dies Natalis ke-58 Ubaya pada 11 Maret 2026.
Menurutnya, capaian ini bukan sekadar prestasi akademik individu, tetapi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi.
Baca juga: Minum Obat saat Bulan Puasa, Dosen Farmasi Ubaya : Perhatikan Juga Makanan yang Dikonsumsi
“Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi akan semakin kuat. Kami berharap lahir penelitian unggul dan solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Selasa (3/3/2026).
Sepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari lima fakultas.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut, berharap para profesor baru mampu menjalankan peran sebagai agen perubahan dan meningkatkan daya saing riset serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Perguruan tinggi harus unggul tidak hanya dalam penelitian, tetapi juga pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga benar-benar menciptakan sumber daya manusia unggul,” tuturnya.