TRIBUN-MEDAN.COM, LABUHANBATU UTARA-Debu mengebul setiap kali kendaraan melintas di ruas menuju Desa Teluk Pule Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong.
Jalan berlubang, bergelombang, dan sebagian tergerus membuat perjalanan terasa lebih lama dari jarak yang sebenarnya. Di musim hujan, lumpur menahan roda. Di musim kemarau, debu menempel di wajah dan pakaian.
Senin (2/3/2026), di ujung jalan yang nyaris terisolasi itu, Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rappidin Simboln MM dan rombongan DPC PDIP Labura, tiba dalam agenda reses.
Ia datang membawa lebih dari sekadar agenda serap aspirasi. Di dalam kendaraan rombongan, tersusun rapi sekitar seribuan paket sembako untuk warga.
Kotak-kotak bantuan itu berisi kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, mi instan, roti, hingga sirup.
Barang-barang sederhana, namun berarti di wilayah yang harga kebutuhannya kerap melonjak karena ongkos angkut mahal akibat jalan rusak.
Sejak pagi, warga sudah berkumpul. Ibu-ibu mengenakan kerudung dan kain sederhana, sebagian menggendong anak. Para lansia duduk di kursi plastik yang disusun di dalam gedung pertemuan.
Saat pembagian dimulai, antrean terbentuk tertib. Satu per satu paket berpindah tangan.
Sejumlah warga menyembunyikan rasa haru. Ada yang langsung membuka plastik untuk memastikan isinya.
Ada pula yang memeluk paket itu erat-erat sebelum berjalan pulang. Senyum merekah, percakapan kecil terdengar di sela antrean.
“Terima kasih, Pak. Ini sangat membantu,” ucap seorang ibu paruh baya pelan, sembari menggenggam minyak goreng dan gula yang baru diterimanya.
Bagi warga Teluk Pule Dalam dan desa sekitar, sembako bukan sekadar bantuan seremonial.
Seorang ibu boru Tamba menyampaikan, jalan penghubung empat kecamatan Kualuh Leidong, Kualuh Hilir, Kualuh Selatan, dan Kualuh Hulu—yang rusak parah membuat distribusi bahan pokok tersendat.
,"Harga gula dan minyak goreng bisa lebih mahal dibanding daerah lain. Biaya angkut hasil kebun pun meningkat,"ujarnya.
Rapidin mengatakan bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian langsung terhadap kondisi riil masyarakat. Namun ia menegaskan, sembako hanya meringankan beban sesaat. Persoalan utama tetap pada infrastruktur.
“Ini untuk membantu kebutuhan harian masyarakat. Tapi perjuangan kita tidak berhenti di sini. Jalan ini harus kembali menjadi prioritas agar ekonomi warga bergerak,” ujarnya di hadapan ratusan warga.
Di sela pembagian bantuan, dialog tetap berlangsung. Warga kembali menyuarakan harapan agar pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu dilanjutkan hingga Teluk Pule Dalam.
Mereka menyebut jalan tersebut sebagai urat nadi kehidupan jalur distribusi hasil pertanian, akses sekolah, hingga layanan kesehatan.
Dalam sesi dialog, aspirasi utama yang kembali ditegaskan warga adalah kelanjutan pembangunan jalan penghubung Sungai Apung–Teluk Pule Dalam yang menghubungkan empat kecamatan di Labuhanbatu Utara.
Robinson Manullang mewakili masyarakat meminta agar ruas sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu kembali menjadi prioritas pembangunan, mengingat kondisinya yang kini rusak parah dan menghambat distribusi hasil pertanian serta aktivitas harian warga.
Warga juga mengingatkan bahwa sebagian ruas jalan tersebut pernah diperjuangkan Rapidin Simbolon langsung ke Istana Prresiden dan akhirnya diaspal pada 2021.
"Terimakasih bapak Rapidin, kami tidak lupa pada tahun 2021 bahkan bapak sebelum jadi anggota DPR RI, perjuangan bapak berhasil menembus istana presiden hingga presiden turun ke sini pada saat itu. Dan itulah sebagian yang telah beraspal mulus saat ini. Harapan kami, vapak bisa kembali lagi membantu kami dan memperjuangkan itu,"kata Robinson.
Namun perbaikan itu belum menyentuh seluruh titik hingga ke Teluk Pule Dalam. Mereka berharap perjuangan yang sempat dilakukan dapat dilanjutkan sampai tuntas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rapidin Simbolon menyatakan komitmennya untuk kembali membawa persoalan itu ke tingkat pusat.
Ia mengakui kondisi fiskal nasional saat ini sedang mengalami penyesuaian, termasuk adanya pengurangan di sejumlah pos anggaran.
Meski demikian, ia menegaskan perbaikan jalan penghubung empat kecamatan itu merupakan kebutuhan prioritas masyarakat yang akan diperjuangkan lintas fraksi dan lintas komisi di DPR RI.(Jun-tribun-medan.com).