TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah klarifikasi aktris dan aktivis Cinta Laura terkait video viralnya yang beredar mengomentari LPDP.
Saat sedang ramainya pembahasan mengenai beasiswa pemerintah itu, video lama Cinta pun beredar.
Namun dirinya memastikan bahwa pernyataannya tersebut dihubung-hubungkan dengan persoalan tersebut.
Cinta pun menyampaikan secara langsung persoalan yang menuai kontroversi di publik itu.
Cinta Laura mengungkapkan bahwa, video tersebut sudah didokumentasikan sejak tahun2024 silam.
Ia pun meminta publik tak menjadikan ucapannya sebagai patokan. '
Baca juga: Penetapan Awal Ramadan 1447 H di Arab Saudi Mulai 18 Februari 2026, Hilal Terlihat Jelas di Tumair
Pasalnya, Cinta mengaku bukan spesialis LDPD.
Saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (2/3/2026), Cinta menegaskan bahwa dirinya bukanlah ahli dalam kebijakan atau teknis beasiswaLPDP.
Sehingga, ia pun meminta pada publik tak mengutip dirinya terkait hal tersebut.
"Iya iya iya. Jadi aku bukan ahli LPDP ya. Jadi tolong jangan kutip aku mengenai detail-detail LPDP karena bukan keahlianku," ujar Cinta Laura di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (2/3/2026) dikutip dari Grid.id.
Ia lantas menjelaskan deretan potongan video viral yang ramai beredar.
Menurutnya, dalam podcast tersebut ia bukan membahas permasalahan terkait LPDP pada masa sekarang.
"Cuman aku sempat viral aku lihat online ada podcast di mana aku berbicara soal LPDP yang sebenarnya udah di-shoot 2024 ya guys," katanya.
"Jadi itu podcast dari tahun 2024 jadi tidak mengkritik apa yang terjadi oleh seseorang kemarin, itu memang tanggapan aku udah dari satu setengah tahun yang lalu," sambungnya.
Ia pun menekankan bahwa Indonesia lahir dari kepedulian, sehingga yakin terus berkembang.
Bagi Cinta nasionalisme dan patriotisme adalah bentuk kebanggaan terhadap bangsa.
Ia mengakui bahwa menjadi penerima beasiswa LPDP merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, mengingat proses seleksi yang ketat dan prestise dari program tersebut.
"Tapi walaupun begitu aku percaya negara kita kan masih negara yang berkembang,"
"Walaupun mungkin ada suatu kebanggaan yang dirasakan para penerima LPDP saat berhasil dapat beasiswa," ungkapnya.
Dalam pandangannya, sebagai negara yang masih terus berbenah, Indonesia perlu sangat bijak dalam mengalokasikan dana pendidikan. Ia menilai bahwa dana negara seharusnya diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan finansial untuk mengembangkan potensi akademiknya.
"Sebagai negara berkembang, penting banget kita mengalokasikan dana itu ke mahasiswa atau anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Karena aku percaya banyak sekali orang-orang brilian di negara kita yang punya kemampuan sekolah di institusi-institusi baik di dunia ini tapi karena dana akhirnya mereka tidak mencapai potensi mereka," kata Cinta.
Lagi-lagi, kekasih Arya Vasco ini pun menegaskan bahwa dana pendidikan ini harus diberikan kepada orang yang membutuhkan dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa. Sehingga, biaya pendidikan yang diberikan oleh negara bisa mensupport kemampuan para penerima beasiswa.
"Jadi selama negara kita masih banyak kekurangannya, masih banyak yang dibenahi, dan kita juga masih terus berjuang untuk menjadi negara yang maju, sebaiknya dana-dana seperti itu benar-benar diberikan kepada orang yang memang memiliki kemampuan dan kepintaran yang luar biasa tapi juga orang-orang yang tidak memiliki dana untuk men-support kemampuan mereka itu," katanya.
Dalam pernyataannya, Cinta juga menyinggung soal tanggung jawab moral bagi mereka yang secara ekonomi sudah mampu. Menurutnya, jika seseorang memiliki kecerdasan sekaligus dukungan finansial yang cukup, sebaiknya memberi ruang bagi mereka yang lebih membutuhkan.
"Kalau kita memang pintar, memang ahli, tapi memiliki materi yang cukup, ya jangan rampas kesempatan itu dari orang lain. Tapi ya itu hanya opini pribadi aku aja," ujar Cinta.
Cinta menyadari bahwa pandangannya bisa saja menimbulkan pro dan kontra. Namun, ia menegaskan bahwa niatnya murni menyampaikan opini pribadi dengan harapan adanya diskusi yang lebih sehat dan berorientasi pada keadilan sosial.
"Nggak tahu nanti ditanggapnya kayak gimana, tapi ya harapan aku adalah ke depannya kalau ada beasiswa, prioritaskanlah orang-orang yang benar-benar membutuhkannya," tuturnya. (*)
(Grid.id)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)