Satu Peserta Gagal dalam Selter Terakhir Calon Kepala Dinas di Kabupaten Malang
Eko Darmoko March 03, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Tahapan terakhir Seleksi Terbuka (Selter) calon pejabat eselon II yang berlangsung di ruangan rapat Sekda Kabupaten Malang, Selasa (3/3/2026), akhirnya rampung.

Ujiannya adalah paparan makalah, dengan memaparkan visi dan misinya jika jadi Kepala Dinas.

Namun, di penghujung tahapan Selter itu, ada satu pesertanya yang tak hadir. Yakni, Marendra Hengki Irawan, Camat Karangploso.

Belum diketahui jelas ketidak-hadirannya itu, apakah mengundurkan diri atau ada penyebab lainnya, misalnya sakit.

"Informasinya, ia sedang sakit," tutur Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kepada SURYAMALANG.COM.

Mundurnya Mahendra itu tak sampai membatalkan Selter, yang tinggal tahapan terakhir itu.

Sebab, jumlah pesertanya masih memenuhi kuota, yakni berjumlah 13 pendaftar atau 8 orang, yang terdiri 4 camat, 3 sekdin, dan satu Kabid.

Baca juga: Peserta Selter Calon Kepala Dinas Kabupaten Malang Dihinggapi Cemas, Selasa Ada Uji Paparan Makalah

Dari 8 orang itu, satu orang bisa mendaftar di dua dinas. Seperti Marendra itu. Ia mendaftar di Selter Satpol PP, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

"Kami nggak dapat informasi, ada sama Pak Marendra, kok tiba-tiba tak ikut di ujian terakhir di Selter itu," ungkap sesama camat, yang jadi peserta Selter juga.

Sementara, proses pelaksanaan ujian paparan makalah itu berlangsung cepat meski ada satu dua pesertanya, yang terlihat grogi.

Yakni, satu per satu dari 8 peserta itu secara bergantian memberikan paparan secara bergantian.

Itu dilakukan di depan lima pengujinya, yakni Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar, dan Nurman Ramdansyah, Kepala BKPSDM, serta tiga profesor dari kampus di Kota Malang.

Yakni, Prof Dr Hariyono M Pd, Rektor Universitas Negeri Malang (UM); Prof Drs Junaidi NOd Phd, Rektor Unisma; dan Prof Andi Kurniawan SPi MEng DSc, Wakil Rektor (Warek) IV Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Baca juga: Disnaker Kabupaten Malang Buka Posko Pelayanan THR 2026

"Usai memberikan paparan, mereka baru ditanya satu per satu secara bergantian oleh tim pengujinya terkait visi dan misi atas dinas yang mereka incar," tutur Budiar Anwar.

Menurut Budiar, pertanyaan penguji tak harus mirip atau beda jauh. Itu tergantung dari peserta yang diuji.

Misalnya, para peserta Selter di Satpol PP, Budiar memberikan pertanyaan terkait cara untuk bisa mendongkrak atau mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Termasuk, kami tanyakan juga terkait Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT). Itu sejauhmana manfaatnya buat masyarakat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.