Muscab PKB se-Sulsel Ditarget Rampung April 2026, 2 Skema Pelaksanaan Dikaji
Alfian March 03, 2026 08:08 PM

TRIBUN TIMUR,COM, MAKASSAR - DPW PKB Sulsel menargetkan seluruh rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) di 24 kabupaten/kota rampung paling lambat April 2026. 

Untuk mengejar tenggat tersebut, DPW PKB Sulsel tengah mengkaji dua skema pelaksanaan Muscab.

Dua skema pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sulsel yang tengah dikaji yakni skema bergilir per kabupaten/ kota dan skema zonasi.

Pada skema bergilir per kabupaten/kota, Muscab dilaksanakan satu per satu di setiap daerah sesuai jadwal yang ditetapkan DPW PKB Sulsel.

Skema ini memberi ruang waktu yang lebih longgar bagi masing-masing kabupaten/kota untuk mempersiapkan dan menjalankan Muscab secara optimal.

Sementara itu, skema zonasi dilakukan dengan menggelar Muscab untuk dua kabupaten/kota dalam satu hari di satu lokasi atau zona tertentu.

Skema ini dipertimbangkan sebagai langkah percepatan agar seluruh rangkaian Muscab di 24 kabupaten/kota dapat rampung sesuai target April 2026, sejalan dengan arahan DPP.

Baca juga: Azhar Arsyad: Tim 5 Fokus Konsolidasi Struktur PKB Sulsel

Target dan kajian dua skema tersebut disampaikan Juru Bicara DPW PKB Sulsel sekaligus anggota Tim Lima pelaksana Muscab, Wawan Mattaliu.

Menurutnya, kesiapan Muscab PKB Sulsel saat ini telah berada di angka kurang lebih 65 persen. 

Capaian tersebut ditopang selesainya rapat korsun di enam wilayah serta kesiapan kandidat dan lokasi di beberapa kabupaten/kota.

“Makassar sudah sangat siap masuk Muscab. Populasi kandidat sudah terpenuhi, antara tiga sampai lima nama. Namun penetapan resmi tetap menunggu keputusan partai,” ujar Wawan.

Menurutnya, dua skema yang sedang dikaji adalah pelaksanaan bergilir per kabupaten/kota dan sistem zonasi, yakni menggelar Muscab untuk dua kabupaten/kota dalam satu hari. 

Opsi zonasi dipertimbangkan untuk mempercepat agenda agar selaras dengan arahan DPP yang menargetkan seluruh proses Muscab selesai pada April.

“Keputusan final mekanisme dan lokasi ditargetkan tuntas bersamaan dengan pengiriman nama-nama kandidat ke DPP pada 8 Maret,” kata Wawan, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap kandidat—baik dari internal maupun eksternal—akan melalui proses review Tim Lima. 

Hasil review tersebut menjadi bahan bacaan DPP sebelum mengambil kebijakan. 

Sejumlah daerah bahkan telah menyiapkan kandidat eksternal, termasuk figur profesional dan kader dari partai lain yang menyatakan kesiapan bergabung.

Secara struktural, PKB Sulsel menargetkan 2026 sebagai tahun penuntasan pembenahan organisasi. 

Setelah Muscab dan pengukuhan rampung, agenda berikutnya adalah pembentukan PAC pada September–Oktober serta penyempurnaan struktur ranting hingga akhir tahun. 

“Setelah itu, partai fokus penuh pada kerja-kerja pemenangan Pemilu,” ujarnya.

Untuk target elektoral, DPW PKB Sulsel memasang sasaran ambisius. 

Di tingkat provinsi, PKB membidik 12 kursi DPRD Sulsel, melampaui target DPP yang menetapkan angka 10. 

Sementara di kabupaten/kota, DPW menargetkan 90 kursi, naik signifikan dari capaian saat ini.

“Dengan jadwal dan agenda yang ada, kami optimistis target itu bisa dicapai,” tutup Wawan.

Adapun Tim 5 PKB Sulsel diketuai Wakil Ketua DPW PKB Sulsel Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical. 

Empat anggota lainnya masing-masing Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang.

Selanjutnya Wakil Ketua PKB Sulsel Wawan Mattaliu, mantan Ketua PW GP Ansor Sulsel Rusdi, serta Wakil Ketua PKB Sulsel Nasra Hasse.

Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad menjelaskan, Tim 5 telah dibagi ke dalam sejumlah zona kerja. 

Masing-masing anggota tim akan turun langsung ke daerah untuk berkoordinasi dengan pengurus DPC, PAC, hingga struktur ranting.

“Setelah rapat internal, kami bagi wilayah kerja per zona. Tugas tim ini bukan hanya melihat persoalan, tetapi mengidentifikasi kondisi existing DPC, apa yang berjalan dan apa yang perlu dibenahi,” jelas Azhar.

Ia menegaskan, Tim 5 diberi mandat untuk memetakan kandidat Ketua DPC PKB di seluruh kabupaten dan kota berdasarkan kapasitas personal, elektabilitas, serta kemampuan menggerakkan dan mengonsolidasikan partai.

“Tim ini memetakan siapa saja kandidat ketua DPC di tiap daerah. Kita ingin memastikan PKBdipimpin orang-orang yang betul-betul bekerja dan mampu membesarkan partai,” tegasnya.

Rangkaian Muscab PKB di 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026.

Hasil Muscab ini akan menjadi fondasi penting konsolidasi PKB Sulsel dalam mengejar target politik pada Pemilu 2029.

Pada Pemilu 2024, PKB berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD kabupaten/kota se-Sulsel dari 51 menjadi 69 kursi. 

Di tingkat DPR RI, PKB juga mampu mempertahankan dua kursinya selama dua periode pemilu berturut-turut.

Di DPRD Sulsel, PKB mencatat sejarah dengan meraih delapan kursi dan untuk pertama kalinya mendudukkan kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel. 

Azhar menegaskan seluruh proses penataan struktur partai dilakukan secara terbuka dan partisipatif.

“Kita ingin PKB semakin solid dari bawah. Struktur kuat, kader bergerak, dan partai selalu hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Azhar.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.