IHSG Mulai Tinggalkan Level 8.000, Hari Ini Berakhir Merosot ke Posisi 7.939
Seno Tri Sulistiyono March 03, 2026 06:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/3/2026) berakhir di zona merah, meninggalkan level 8.000.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 77,06 poin ke level 7.939.77.

Sepanjang perdagangan, Indeks bergerak pada level 7.932,52 sampai 8.098,36.

Baca juga: Pagi Ini IHSG Bergerak di Zona Hijau Usai Terkoreksi 2 Persen, Transaksi Mencapai Rp6,29 Triliun

Sebanyak 362 saham menguat, 364 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Adapun transaksi perdagangan hari ini senilai Rp29,80 triliun dengan melibatkan 44,40 miliar saham.

Sebelumnya, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, pergerakan IHSG dibebani oleh berbagai sektor siklikal dan industrial. 

“Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz menjadi sentimen yang mempengaruhi tidak hanya IHSG namun secara global,” ujarnya.

Sedangkan, Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pelemahan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memicu perang terbuka.

Situasi tersebut membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off) dan beralih ke instrumen safe haven. 

Kondisi diperparah dengan serangan balasan Iran, termasuk serangan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi.

Eskalasi konflik ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global dan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

“Namun demikian, pelemahan IHSG relatif tertahan oleh penguatan saham-saham sektor energi dan tambang emas, yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas,” ujarnya dikutip dari Kontan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.