TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima kunjungan dua pimpinan organisasi serikat pekerja, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban.
Dalam pertemuan itu, kedua organisasi menyampaikan permintaan penjelasan sekaligus memberikan sejumlah masukan terkait berbagai isu ketenagakerjaan yang tengah berkembang.
“Hari ini saya mendapatkan kunjungan dari KSPSI Andi Gani dan KSBSI Ibu Elly Rosita Silaban. Dua organisasi besar ini mendatangi pada hari ini, pertama untuk meminta sejumlah penjelasan, yang kedua untuk memberikan masukan-masukan,” kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dasco menjelaskan, sejumlah hal turut dibahas, terutama isu-isu yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik, termasuk rencana impor 105 ribu dari India.
“Ada beberapa hal yang kami sudah diskusikan dan tadi juga saya jelaskan, terutama mengenai beberapa hal yang dalam beberapa hari ini menjadi isu, antara lain misalnya termasuk mobil pick-up yang 105.000 tadi,” ucap Ketua Harian DPP Gerindra itu.
Dasco mengungkapkan, dirinya telah melakukan koordinasi dan rapat dengan presiden usai kembali dari kunjungan ke luar negeri.
Rapat tersebut melibatkan Presiden, Agrinas, serta sejumlah menteri terkait untuk membahas isu-isu strategis, termasuk yang berkaitan dengan dampaknya terhadap sektor tenaga kerja.
“Bagaimana kemudian setelah Presiden kembali, saya kemudian mengadakan rapat baik dengan Pak Presiden, Agrinas, maupun sejumlah menteri. Dan tadi saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan organisasi pekerja ini,” ucapnya.
Baca juga: Pemagang RI di Jepang Belum Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Aturan Baru Disiapkan
Dasco menambahkan, pertemuan juga membahas langkah mitigasi terhadap potensi dampak perang yang saat ini terjadi terhadap kondisi tenaga kerja nasional. “Dan beberapa hal lain, dan juga beberapa masukan dari teman-teman mengenai mitigasi dampak dari perang yang saat ini terjadi terhadap tenaga kerja,” ucapnya.
Selain itu, revisi UU Ketenagakerjaan juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Dasco memastikan, DPR bersama pemerintah akan melibatkan buruh dan stakeholder lainnya dalam pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan..
DPR akan mulai membahas revisi UU Ketenagakerjaan usai Lebaran. "Kami juga sudah sepakat bahwa DPR, Pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha juga ikut, supaya kemudian kita dapatkan satu undang-undang yang memang nantinya disepakati oleh semuanya," katanya.
Sementara itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea berterima kasih kepada Dasco, yang berperan menyelesaikan masalah perburuhan.
"Peran besar Pak Dasco sangat luar biasa dalam penyelesaian masalah perburuhan, beliau turun langsung, mendengar langsung, dan mengeksekusi langsung. Itu peran Pak Dasco yang kami sangat hargai," ucapnya.
Andi juga menyinggung perihal rencana impor pickup dari India, revisi UU Ketenagakerjaan hingga hari Buruh atau May Day 2026.
Baca juga: Atase Ketenagakerjaan Beralih ke Kementerian P2MI, Cak Imin: Anggaran Sedang Diurus ke Kemenkeu
"Kami tadi juga menyampaikan mengenai masalah pickup India, beliau sudah menjelaskan bahwa ternyata perusahaan tersebut akan membuka investasi cukup besar di Indonesia dan ada beberapa penjelasan nanti pemerintah akan menjelaskan secara langsung," ucapnya.
"Lalu soal May Day, tadi kami juga mengundang Bapak Prabowo. May Day akan tetap diadakan rencananya di Monas. Lalu tanggal 2 Mei, Bapak Presiden berkenan akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur," imbuhnya.
Lebih lanjut, Andi memastikan KSPSI dan KSBSI mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.
"Dan kami yakin betul Pak Presiden mempunyai keberpihakan sangat-sangat kuat, karena pertama kali dalam sejarah gerakan buruh, beliaulah yang pertama kali mau hadir dalam acara May Day dan akan dilanjutkan tahun ini. Dan kami tentu akan tetap mendukung dan menjaga beliau. Itu janji kami dari konfederasi-konfederasi buruh besar," pungkasnya.