Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, resmi membuka kegiatan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini berlangsung di Masjid Ar’Rauf, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Selasa (3/3/2026).
Dalam program tersebut, satu paket sembako yang di pasaran bernilai Rp.135 ribu disubsidi pemerintah sebesar Rp.83 ribu.
Baca juga: Emas 40 Gram Raib di Bekasi, Terduga Pelaku Kabur ke Ambon, Sempat Ricuh di Depan SMPN 6
Baca juga: Terbaru! Jadwal KM Lawit 4 - 30 Maret 2026: Berlayar ke Kumai, Semarang, Sampit, Surabaya
Dengan demikian, masyarakat cukup membayar Rp. 55 ribu per paket.
Wattimena mengatakan pasar murah merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Ambon setiap Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Selain itu, pasar murah menjadi langkah intervensi pemerintah untuk menekan dampak inflasi yang belakangan mengalami kenaikan signifikan, baik secara nasional maupun daerah.
Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari yang diumumkan pada Maret, inflasi tercatat sebesar 5,9 persen.
“Peningkatan kebutuhan masyarakat yang tidak berbanding lurus dengan ketersediaan stok memadai menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Karena itu, menjelang Idul Fitri, Pemkot Ambon memutuskan mengintervensi pasar melalui subsidi bahan pokok.
“Lebih dari setengah harga paket ini kita subsidi untuk membantu mengurangi beban masyarakat, khususnya umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan digelar di seluruh kecamatan di Kota Ambon agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Wattimena juga mengingatkan agar distribusi paket pasar murah tepat sasaran, dengan memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kita ingin program ini berdampak. Jangan sampai salah sasaran dan akhirnya tidak memberi manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli warga menjelang hari raya.
Wattimena berharap program pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas harga bahan pokok jelang Idul Fitri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette, Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, serta masyarakat setempat. (*)