PASUTRI Lansia di Bekasi Korban Perampokan, Suami Tewas-Istri Kritis, Anak Curiga Tak Bangun Sahur
Tommy Simatupang March 03, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Pasangan suami istri lansia menjadi korban perampokan di rumahnya di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Pasutri lansia itu EU (65) dan P (60).

Perampok menggasak barang berharga korban seperti gelang emas dan dua mobil. 

EU ditemukan tewas di lokasi kejadian, sedangkan P mengalami luka berat dan saat ini dalam kondisi kritis. 

Ia tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Primaya Kalimalang, Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan petugas langsung datang ke lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dari warga.

"Kami mendapat laporan dari warga terkait dugaan pembunuhan terhadap suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan saat ini masih kritis di rumah sakit,” kata Andi saat ditemui awak media di lokasi, Senin (2/3/2026).

Andi menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak korban. 

Sang anak mengaku kerap dibangunkan P sekira pukul 03.00 WIB untuk persiapan sahur. 

Alarm ponsel anak tersebut kemudian berbunyi sekira pukul 04.15 WIB. 

Anak korban yang terbangun mengaku bingung karena sudah mendekati waktu imsak.

Namun pada hari kejadian, hingga waktu tersebut tak ada yang membangunkannya.

“Anak korban inisiatif turun untuk membangunkan ibunya. Tapi tidak ada jawaban. Bahkan ia sempat mendengar suara seperti orang merintih,” jelasnya.

Merasa panik, Andi menuturkan sang anak korban berusaha meminta pertolongan warga sekitar. 

Namun karena situasi masih dini hari dan sepi, ia kemudian menghubungi keluarga besarnya.

Keluarga yang datang lantas membuka paksa kamar korban yang dalam keadaan terkunci. 

Saat pintu berhasil dibuka, kedua orangtua tersebut ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan.

EU ditemukan di atas kasur dengan kondisi mata lebam dan tubuh bersimbah darah. 

Sementara P tergeletak di lantai kamar dalam keadaan tubuh terluka.

“Untuk sementara hasil pemeriksaan dokter, keduanya mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala. Masing-masing ada dua luka di kepala,” tuturnya.

Andi menegaskan, terkait dugaan motif, polisi masih melakukan penyelidikan. 

Namun dari keterangan awal anak korban, terdapat sejumlah barang yang hilang, di antaranya gelang emas yang dikenakan korban perempuan serta dua kunci mobil.

“Masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain, tapi ada barang yang hilang emas di tangan ibu dan dua kunci mobil," tegas Andi.

Andi mengungkapkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga pelaku masuk dengan cara merusak jendela di bagian pojok rumah. 

Polisi juga menemukan jejak kaki yang mengarah pada dugaan pelaku memanjat tembok belakang rumah yang berbatasan dengan lahan kosong.

“Untuk sementara dugaan pelaku masuk lewat jendela setelah memanjat tembok belakang. Kemungkinan besar lebih dari satu orang, tapi masih kami dalami,” pungkasnya.

Kini, sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk kasur yang terdapat bercak darah. 

Polisi juga masih mendata saksi-saksi, baik dari pihak keluarga maupun warga sekitar.

Kasus ini ditangani secara kolaboratif oleh Polsek, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polda Metro Jaya.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.