Menteri KKP Tinjau KNMP Banyuwangi, Kampung Nelayan Modern Bergaya Osing
Haorrahman March 03, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (3/3/2026).

KNMP Lateng dibangun dengan mengusung arsitektur khas Osing dan dirancang sebagai kampung nelayan modern. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pemerintahan Prabowo Subianto dalam pengembangan kawasan nelayan terpadu.

“Saya datang untuk melihat progres pembangunan Kampung Nelayan di Banyuwangi. Ini akan menjadi pusat hilirisasi langsung produk nelayan di sini,” kata Trenggono.

Baca juga: INKA Tak Perpanjang Kontrak  500 Pekerja, Bantah PHK di Pabrik Banyuwangi

Arsitektur Osing

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Trenggono berkeliling meninjau sejumlah fasilitas yang tengah dibangun, mulai dari pabrik es portable, musala, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Enam bangunan utama di kawasan tersebut mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dan diperkaya ornamen batik Gajah Oling. Perpaduan unsur modern dan kearifan lokal itu dinilai memperkuat identitas budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

“Ini bagus banget. Desainnya khas, kualitas pekerjaannya juga bagus,” ujarnya.

Baca juga: 216 Talenta Muda Banyuwangi dan Sekitarnya Ikuti Seleksi Banteng Jatim FC U-17 untuk Soekarno Cup

Konsep Hilirisas

KNMP Banyuwangi dilengkapi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, balai pertemuan, pabrik es, hingga unit pengolahan hasil laut. Kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru.

“Sebentar lagi juga kita hadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di sini,” kata Trenggono.

Ia menjelaskan, konsep KNMP di Banyuwangi berbeda dengan daerah lain. Jika di wilayah lain lebih fokus pada sarana penjualan hasil laut, KNMP Banyuwangi mengusung konsep hilirisasi tematik.

“Istilahnya ini hilirisasi langsung. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner. Model-model tematik ini bagus karena menggerakkan ekonomi di level bawah. Ada kombinasi antara produksi hasil perikanan dan kuliner,” jelasnya.

Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

Baca juga: Luncurkan Majelis Urbaniyah, NU Banyuwangi Buka Ruang Dakwah di Kalangan Genzi

Penguatan Ekosistem Nelayan

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono juga menyerahkan sejumlah bantuan, berdialog dengan nelayan, serta menjanjikan bantuan kapal bagi nelayan setempat.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang menetapkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu di Indonesia.

“Hadirnya KNMP ini akan memperkuat ekosistem nelayan di sekitar pesisir Plengsengan. Harapannya ini akan menjadi pusat ekonomi baru yang bisa mengerek pendapatan nelayan,” kata Ipuk.

Ia memastikan pengelolaan pusat kuliner tematik di kawasan tersebut akan terus didampingi pemerintah daerah agar berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Semuanya harus berjalan sesuai SOP. Mulai kebersihan, kualitas makanan, tata kelola lingkungan tetap dalam pengawasan kami, sehingga tidak asal-asalan,” tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.