RUPS Selaparang Finansial Memanas, Iron Soroti Kredit Macet di Atas 10 Persen
Idham Khalid March 03, 2026 08:07 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial (SF) berubah tegang saat Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, buka suara di hadapan jajaran direksi dan dewan komisaris pada Selasa (3/3/2026).

Iron sapaan akrabnya tidak menutupi kekecewaannya terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Dengan data di tangan, Bupati Haerul menyoroti rasio keuangan yang dinilainya timpang. Ia menyebut laba yang dibukukan perusahaan masih di bawah 5 persen, sementara angka kredit macet justru melonjak di atas 10 persen.

"Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5 persen tapi kredit macet di atas 10 persen. Apakah itu bagus, tentu tidak," tegasnya di aula kantor PT Selaparang Finansial, Kecamatan Labuhan Haji.

Pernyataan tegas itu menjadi peringatan bagi manajemen BUMD pemilik modal ventura tersebut.

Bupati menekankan bahwa keberhasilan lembaga keuangan sangat bergantung pada strategi dan keberanian manajemen dalam mencari solusi.

Baca juga: RUPS PT GNE Diterima dengan Catatan Audit Keuangan oleh Inspektorat

Ia pun menginstruksikan langkah nyata, seperti segerea lakukan penagihan utang secara masif dengan melibatkan seluruh karyawan, tentunya setelah mereka mendapatkan pelatihan memadai.

Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa BUMD memiliki misi ganda yang tak bisa ditawar, meraih keuntungan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. 

"Bekerja di BUMD itu untuk melayani, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok," ingatnya.

Iron juga meminta agar direksi tidak bertindak sepihak. Bahkan, kebijakan mutasi dan perubahan struktur organisasi pun harus berdasarkan efektivitas bisnis, bukan agenda lain.

"Buka ruang diskusi seluas-luasnya dengan tenaga ahli. Jangan sampai keputusan yang diambil justru merugikan perusahaan," pesannya. 

Iron meminta manajemen melakukan pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas sumber daya manusia. Ia mendorong agar dana perusahaan tidak hanya mengendap di bank, tetapi berputar produktif di masyarakat.

"Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan. Kredit macet harus turun, keuntungan harus naik," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani, melaporkan sejumlah langkah strategis tengah digenjot. Mulai dari restrukturisasi piutang, optimalisasi biaya, hingga penguatan sistem pengendalian internal. 

Menariknya, di tengah penurunan drastis industri modal ventera nasional dari 23 entitas pada 2024 menjadi hanya 17 entitas di 2025 BUMD ini justru bertahan.

Dengan 25 karyawan sebagai aset utama, perusahaan juga aktif dalam program sosial seperti safari ramadhan dan bantuan untuk kaum dhuafa. 

"Sorotan Bupati kali ini menjadi pengingat bahwa kinerja bisnis harus tetap menjadi prioritas utama," tutup Iva.

RUPS tersebut turut dihadiri perwakilan DPRD, Asisten Sekda bidang perekonomian, Staf Ahli Bupati, serta jajaran OPD terkait. Semua mata kini tertuju pada langkah PT Selaparang Finansial dalam membuktikan diri di tahun mendatang.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.