Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti perkembangan di Timur Tengah menyusul serangan antara Amerika Serikat dan Israel.
Pemkot mengungkap saat ini masih ada warga Surabaya yang berada di sana.
Wali Kota dua periode ini pun meminta warga di sana agar meningkatkan kehati-hatian, memantau perkembangan situasi setempat, dan mengikuti arahan otoritas berwenang demi keselamatan masing-masing. "Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati," kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (3/3/2026).
Menurut dia, dinamika perang tidak dapat diprediksi, terutama karena serangan bisa terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan agar warga tidak menganggap enteng situasi yang berkembang dan tetap mengutamakan keselamatan.
Baca juga: Apa yang Diincar Iran saat Serang Bandara-bandara Tersibuk di Timur Tengah?
"Karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga Surabaya tetap berhati-hati," tuturnya.
Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi, jumlah, maupun keberadaan masing-masing warga., Wali Kota Eri menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya untuk memastikan jumlah warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak.
"Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag), agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana,"
Sedangkan bagi warga yang berencana melakukan perjalanan ke luar negeri, pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan serta meminta warga Surabaya menunda rencana bepergian ke luar negeri. Keselamatan warga saat ini diutamakan.
"Kemarin kita rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu, ketika ada suasana yang seperti ini," ujar Wali Kota dua periode tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mencatat berdasarkan data laporan per 28 Februari 2026, terdapat 519.042 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Perwakilan RI per 28 Februari 2026, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 519.042 orang," kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Kemlu menegaskan bahwa perlindungan WNI jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran-Amerika Serikat. Seluruh Perwakilan RI juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI), memperkuat komunikasi dengan komunitas serta simpul WNI/PMI setempat termasuk menyiapkan sejumlah opsi untuk menghadapi risiko kedaruratan.