Wali Murid Resah Menu MBG di Kota Malang Ada Belatung, Pihak SPPG Akui Kelalaian
Alga W March 03, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SD wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kembali menjadi sorotan.

Tepatnya setelah wali murid menemukan ulat (belatung) pada menu puding stroberi yang dibagikan kepada siswa, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Mudik ke Pulau Masalembu Terancam Berdesakan, DPRD Sumenep Desak Tambahan Kapal & Pengawasan Tiket

Kejadian ini mengundang kekhawatiran sekaligus kritik keras dari sejumlah orang tua yang menilai masalah kualitas makanan.

Seorang wali murid yang bercerita dengan identitas tersembunyi mengatakan, sudah empat kali ini anaknya menerima makanan MBG tak layak konsumsi.

Sejak tiga kali menemukan makanan tak layak konsumsi, anaknya tidak lagi mengkonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

"Karena sudah berulang kali terjadi, kali ini ada temuan belatung itu di puding stroberi," paparnya, Selasa (3/3/2026).

Narasumber yang bercerita temuan tersebut juga diketahui oleh wali murid lainnya.

Ada seorang rekan yang juga wali murid melaporkan temuan belatung tersebut.

"Awalnya wali murid kelas 6 menghubungi saya, pudingnya ada belatungnya. Lalu video tersebut dibagikan," katanya.

Ia mengaku masalah kualitas menu MBG di sekolah tersebut bukan terjadi sekali ini saja.

Sebelumnya, ia sudah empat kali menyampaikan keluhan.

Bahkan, anaknya pernah mendapat perawatan medis karena mengkonsumsi susu yang diterima dari sekolah.

"Dulu dapat susu rebus, anak saya sakit perut," katanya.

"Saya komplain, akhirnya diganti susu UHT," imbuh wali murid tersebut.

Masalah lain muncul pada menu polopendem beberapa hari lalu.

Menurutnya, kacang rebus yang dibagikan belum matang.

Ia juga menyoroti potongan nanas yang diterima siswa karena teksturnya benyek dan airnya sudah keruh. 

"Kemarin dapat nanas, itu nanasnya sudah benyek," ungkap dia.

"Ada tulisan 'disimpan di kulkas'. Kan kita enggak tahu wali murid lain punya kulkas apa tidak," tambahnya.

Dengan pengalaman buruk tersebut, ia memutuskan tidak pernah mengizinkan anaknya mengkonsumsi MBG. 

"Setiap dapat MBG, langsung saya buang. Anak saya pernah sakit perut, sejak itu saya tidak cek lagi, pokoknya langsung saya buang semuanya," tuturnya.

Baca juga: BPK Temukan 13 OPD di Pemkot Pasuruan Keliru Bayar Transportasi Lokal, Diminta Kembalikan Rp120 Juta

Setelah temuan ulat pada puding stroberi mencuat, pihak sekolah langsung mengumumkan melalui grup wali kelas agar menu tersebut dibuang dan tidak dikonsumsi. 

Wali murid berharap, pemerintah maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengevaluasi total kualitas makanan MBG.

Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Kota Malang, Juffa Hannan, merespons temuan ulat pada puding stroberi dalam paket MBG) yang dibagikan kepada siswa di wilayah Lowokwaru pada Selasa (3/3/2026).

Ia mengakui adanya kelalaian dan memastikan bahwa pihaknya akan mengganti makanan tersebut.

"Namanya pelayan publik, kami pasti mengakui kesalahan. Kurang teliti atau bagaimana. Kami sudah mengajukan pergantian ke orang tua wali murid dan mengantarkannya langsung ke sekolah," ujarnya.

Menurut Juffa, stroberi memang termasuk buah yang cukup riskan karena kerap menjadi tempat ulat bersembunyi.

Ia menerangkan bahwa relawan dapur sudah melakukan proses pencucian menggunakan air garam selama sekitar 20 menit, namun kemungkinan ulat kecil tetap menempel di sela-sela buah. 

"Mungkin dari ulat stroberinya. Ini memang buah yang rawan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.