Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semangat silih asah, silih asih, silih asuh terus digaungkan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Bandung.
Kepada para jemaah yang memadati masjid bersejarah tersebut, Farhan mengingatkan terkait pentingnya gotong royong dalam memakmurkan rumah ibadah dan membangun Kota Bandung.
Farhan terkesan dengan antusiasme masyarakat hingga Safari Ramadan ini kerap ramai, meski digelar pada hari kerja dan tanpa menghadirkan tokoh nasional maupun figur publik ternama.
Baca juga: Farhan Ultimatum Kontraktor Galian Kabel, Jalan Harus Kembali Mulus pada 6 Maret
"Memakmurkan masjid adalah membuat masjid itu tidak pernah kosong. Masjid ini tidak akan makmur hanya karena satu orang wali kota. Masjid ini akan makmur ketika 2,6 juta warga Bandung bersama-sama memakmurkannya," ujar Farhan, Selasa (3/3/2026).
Usia Masjid Agung Bandung yang telah melampaui 200 tahun, kata Farhan menjadi bukti kuatnya fondasi kebersamaan warga. Kekokohan masjid bukan semata karena konstruksi bangunan, melainkan karena komitmen kolektif masyarakat yang terus menjaga dan meramaikannya.
Farhan pun mengaitkan semangat tersebut dengan nilai luhur budaya Sunda yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bandung, yakni silih asah, silih asih, silih asuh. Tiga nilai itu sebagai fondasi karakter yang relevan dalam kepemimpinan maupun kehidupan sosial.
"Silih asah berarti kita terus mengasah kemampuan dan rasa tanggung jawab. Silih asih artinya menghadirkan cinta dalam setiap tindakan. Dan silih asuh, kita saling membina, saling mengingatkan, dan saling menguatkan," katanya.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata. Ibadah ini memang bersifat wajib, namun pelaksanaannya membutuhkan kesadaran dan kerelaan hati agar menghadirkan dampak sosial yang luas.
"Ibadah itu tanggung jawab individu, tapi manfaatnya untuk kebersamaan. Mari kita lakukan semuanya dengan suka dan rela, untuk kebaikan bersama," ucap Farhan.
Baca juga: Kabar Buruk untuk PPPK Paruh Waktu di Kota Bandung, THR Masih Gantung, Farhan Tunggu Titah Pusat
Selain itu, pihaknya mengingatkan pentingnya infak dan sedekah sebagai wujud konkret silih asah, silih asih, silih asuh. Dia pun mendorong umat untuk mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.