Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Elevasi debit air di waduk Gajah Mungkur Kabupaten Wonogiri meningkat dan menyentuh 135,55 meter atau masuk kategori siaga hijau, Selasa (3/3/2026) siang.
Ditambah dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Solo Raya membuat petugas mengambil tindakan dengan membuka pintu air Waduk Gajah Mungkur yang mengalir menuju sungai Bengawan Solo.
Pembukaan pintu air tersebut telah dilakukan sejak Selasa siang pukul 13.00 WIB.
Dengan pembukaan pintu air waduk Gajah Mungkur tersebut pun berpotensi besar meningkatkan debit air di sungai Bengawan Solo.
Petugas Intake IPAL Semanggi Kota Solo, Purnomo membenarkan dengan dibukanya pintu waduk Gajah Mungkur sangat berpengaruh pada kenaikan debit air di sungai Bengawan Solo.
Purnomo melanjutkan bahwa kondisi tersebut juga bisa berakibat meluapnya sungai Bengawan Solo.
Namun demikian, kondisi meluapnya air sungai Bengawan Solo yang berakibat banjir di pemukiman warga yang berada di bantaran sungai tidak hanya karena pembukaan pintu waduk Gajah Mungkur semata.
Ia menjelaskan, pembukaan pintu waduk Gajah Mungkur memang bisa membuat debit sungai Bengawan Solo meningkat.
Namun sebenarnya jika tidak dibarengi dengan curah hujan tinggi, sungai Bengawan Solo masih mampu menampung kiriman air tersebut.
Dengan kata lain, Purnomo menyebut bahwa luapan sungai Bengawan Solo yang berakibat banjir karena adanya beberapa faktor.
Baca juga: Pintu Air Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Dibuka, Dampaknya Debit Air Sungai Bengawan Solo Bakal Naik
"Iya, disaat pintu waduk dibuka itu kalau dibarengi dengan hujan di hulu itu beresiko sekali terjadi banjir di Sungai Bengawan Solo khususnya di bantaran sungai," ungkap Purnomo melalui pesan singkat kepada TribunSolo.com.
Disinggung terkait kondisi sungai Bengawan Solo usai pembukaan pintu air waduk Gajah Mungkur, Purnomo menyebut saat ini masih dalam kategori normal.
Debit air sungai Bengawan Solo diprediksi Purnomo akan cepat meningkat bila hujan masih mengguyur wilayah Karanganyar dan Klaten.
Di mana curahan air hujan kedua wilayah tersebut juga ditampung oleh sungai Bengawan Solo.
"Hampir 6 meter, masih nunggu kiriman hujan Hulu Karanganyar dan klaten," pungkasnya.
(*)