MANGGAR, BABEL NEWS - Ambisi Kabupaten Belitung Timur untuk menembus posisi tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung VII Tahun 2026 kini terbentur tembok besar. Masalah anggaran menjadi ganjalan utama bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Belitung Timur dalam mempersiapkan para atletnya.
Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPRD Belitung Timur pada Senin (2/3), KONI setempat blak-blakan memaparkan kondisi anggaran mereka yang masih jauh dari kata ideal. Dari total kebutuhan sebesar Rp5 miliar untuk ajang bergengsi tersebut, saat ini KONI Belitung Timur baru mengantongi hibah sebesar Rp1,5 miliar. Artinya, masih ada lubang sebesar Rp3,5 miliar yang harus segera ditutupi.
Ketua Umum KONI Belitung Timur, Hendro mengungkapkan, kebutuhan tahun 2026 ini memang melonjak signifikan dibandingkan Porprov sebelumnya di Bangka Barat. Faktor utamanya adalah lokasi pertandingan yang tersebar di beberapa daerah dan jumlah cabang olahraga (cabor) yang lebih banyak.
"Tahun ini lebih besar karena jumlah cabor yang dipertandingkan lebih banyak. Selain itu, lokasi pertandingannya juga menyebar di beberapa daerah, mulai dari Pangkalpinang, Bangka, hingga Bangka Tengah," ujar Hendro dalam rilisnya, Senin (2/3).
Hendro menjelaskan, rencana awalnya Belitung Timur akan mengirimkan sekitar 350 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial untuk mengikuti 23 cabang olahraga. Jumlah ini sebenarnya sudah dipangkas habis-habisan dari total kuota peserta yang mencapai 637 orang.
"Kami sudah lakukan kalkulasi. Jika ingin mencapai target masuk tiga besar, kebutuhan ideal anggaran berada di angka Rp5 miliar. Itu pun sebenarnya sudah melalui berbagai langkah efisiensi," ucapnya.
Minimnya anggaran ini tentu berdampak langsung pada persiapan teknis, mulai dari insentif atlet dan pelatih, penyediaan sarana prasarana, hingga biaya akomodasi selama pelaksanaan Porprov. Saat ini, KONI Belitung Timur berharap dana hibah Rp1,5 miliar yang ada di Dispora bisa segera cair agar pembinaan tidak mandek.
Cari jalan keluar
Ketua Komisi III DPRD Beltim, Akhiruddin alias Didin menyatakan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berjanji akan mencari jalan keluar agar nama baik Belitung Timur di kancah olahraga provinsi tidak tercoreng gara-gara masalah dana.
"Kita memahami kondisi keuangan daerah, tapi Porprov ini menyangkut nama baik daerah dan prestasi atlet kita. Komisi III akan membawa proposal kebutuhan anggaran ini langsung kepada Bupati Kamarudin Muten," ungkap Didin.
Didin berharap ada celah untuk penambahan anggaran melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang nantinya diperkuat dalam APBD Perubahan Tahun 2026 sekitar bulan Juli mendatang.
Namun, Didin juga tak menampik bahwa jika kondisi keuangan benar-benar sulit, opsi pahit harus diambil oleh KONI Belitung Timur. "Misalnya, terpaksa harus memangkas jumlah cabor yang diikuti, dari 23 menjadi 15 cabor saja. Kita fokus pada cabor yang benar-benar berpotensi meraih emas. Tapi itu pilihan terakhir, kami tetap berupaya mencari solusi terbaik," ujarnya.
Rapat kerja tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dispora Belitung Timur Amrizal beserta jajaran pengurus KONI lainnya. Kini, nasib 350 atlet dan ofisial Belitung Timur berada di tangan pemerintah daerah, apakah target tiga besar tetap terjaga atau justru harus layu sebelum berkembang karena keterbatasan biaya. (*/z1)