Jakarta (ANTARA) - Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta memberikan bonus kepada para atlet catur yang menorehkan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 di Mamuju, Sulawesi Barat.
"Prestasi yang diraih hari ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ini adalah hasil dari latihan panjang, pengorbanan waktu, energi, dan pikiran," kata Ketua Umum Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kenneth menyerahkan total bonus sebesar Rp58 juta kepada para atlet yang berhasil menyumbangkan medali pada Kejurnas Catur ke-50 tahun 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Bang Kent sapaannya, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian para atlet. Menurutnya, prestasi tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan pengorbanan.
"Di balik setiap medali dan gelar, ada keringat atlet, doa orang tua, kesabaran pelatih, serta kerja kolektif seluruh pengurus," ujar Kent saat menggelar acara buka puasa bersama di salah satu hotel di Jakarta Barat.
Kegiatan buka bersama serta penyerahan bonus dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, Wakil Ketua Umum III KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas dan Sejumlah BUMD DKI Jakarta turut mendukung acara tersebut, di antaranya PAM Jaya, Bank Jakarta, Ancol, Food Station, TransJakarta, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya.
Kent yang juga anggota DPRD DKI Jakarta itu menegaskan, bahwa catur bukan sekadar permainan, melainkan olahraga intelektual yang menuntut ketajaman analisis, kekuatan mental, pengendalian emosi, serta konsistensi dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.
Karena itu, setiap kemenangan atlet DKI Jakarta menjadi bukti sistem pembinaan berjalan di jalur yang tepat. Menurut Kent, pemberian bonus merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam menghargai kerja keras atlet.
"Bonus ini bukan semata soal nominal, tetapi simbol bahwa organisasi hadir, mendukung, dan berdiri bersama para atlet. Kami ingin memastikan para atlet merasa dihargai dan tidak pernah berjuang sendirian," katanya.
Selain mengapresiasi atlet, dia juga turut mengapresiasi para pelatih, orang tua, serta seluruh pengurus yang berkontribusi dalam pembinaan atlet.
Ke depan, Percasi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat sistem pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, memperluas akses kompetisi, serta meningkatkan kualitas pelatihan dengan memanfaatkan teknologi analisis permainan.
"Target kita bukan hanya mempertahankan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga melahirkan pecatur yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah meminta para atlet dan jajaran pengurus tidak cepat puas dengan kesuksesan di Kejurnas 2025.
Ia menegaskan, persiapan menuju PON 2028 harus segera dimatangkan. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan Jakarta kembali meraih gelar juara umum.
"PON 2028 harus benar-benar kita persiapkan. Karena permintaan Pak Gubernur cuma satu, yakni jadi juara umum. Beliau sudah mengatakan kebangetan kalau DKI Jakarta tidak bisa juara umum lagi,” ujar Andri.
*Daftar Atlet Peraih Bonus*
Kategori Emas:
1. Gilbert Elroy Tarigan
2. Zach Alexander Tjong
3. Clementia Adeline
4. Claudio Vargues Vasco Lasama
5. Satria Duta Cahaya
6. R. Syarif Mahmud
Kategori Perak:
1. Theodore Daniel Kurniawan
2. Steven Tan
Kategori Perunggu:
1. Akwie Setiawan
2. Hillary Rooca Theng
3. Alexander Philip Kurniawan
4. Imanuel Martogi
5. Theodora Paulina Walukow
6. Aulia Rochmah
Sebagai informasi, DKI Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum pada Kejurnas Catur ke-50 tahun 2025 dengan raihan enam medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Peraih emas dari DKI Jakarta masing-masing adalah Zach Alexander Tjong (Open U-9), Claudio Vargues Vasco Lasama (Open U-17), Satria Duta Cahaya (Open U-19), Gilbert Elroy Tarigan (Open), R. Syarif Mahmud (Veteran), dan Clementia Adeline (U-17 Putri).
Jakarta mengungguli Jawa Timur di posisi kedua dengan empat emas, tiga perak, dan empat perunggu, serta Yogyakarta di peringkat ketiga dengan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Keberhasilan ini sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar Jakarta kembali berjaya sebagai juara umum.







