Muhammadiyah Sumsel Tegas, Serangan Ke Iran Langgar HAM, Desak PBB Sanksi Amerika Serikat dan Israel
Refly Permana March 04, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah melalui Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026. 

Pernyataan tersebut menyoroti meningkatnya ketegangan akibat serangan militer yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, Ridwan Hayatuddin, membenarkan adanya surat pernyataan tersebut.

Ia menegaskan bahwa sikap yang disampaikan merupakan pandangan resmi organisasi terhadap situasi yang berkembang.

Baca juga: Hukum Menghirup Inhaler Saat Berpuasa: Simak Penjelasan Lengkap NU dan Muhammadiyah

"Apa yang disampaikan pimpinan pusat Muhammadiyah, tentu kita satu suara dan sama. Kami mengecam keras serangan tersebut dan memandangnya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia, hukum internasional, serta pengabaian terhadap keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026). 

Dalam surat yang diawali dengan kalimat Bismillahirrahmaanirrahiim, Muhammadiyah menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta korban lainnya akibat serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. 

Belasungkawa juga disampaikan kepada para korban serangan balasan Iran di sejumlah negara Arab.

Organisasi ini juga menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran yang terjadi serta mengambil langkah nyata untuk menegakkan hukum internasional.

Selain itu, Muhammadiyah mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, menghentikan segala bentuk kekerasan, dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah juga menyerukan kepada Iran dan negara-negara Arab untuk saling menahan diri serta mengedepankan dialog agar tidak terlibat konflik lebih jauh, khususnya antar sesama anggota OKI.

Baca juga: Soal Konflik Timur Tengah, Gubernur Ini Minta Prabowo Tegas : Sisa Minyak Kita 21 Hari Lagi

Lebih lanjut, organisasi tersebut mendorong upaya dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah. 

Muhammadiyah juga mengajak seluruh negara, lembaga multilateral maupun bilateral, tokoh agama, serta elemen masyarakat internasional untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan keadilan global serta mengecam segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang berpotensi merusak peradaban umat manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.