Inggris Kirim Kapal Penghancur ke Siprus, Ikut Perangi Iran?
Willem Jonata March 04, 2026 01:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris memperkuat kehadiran militernya di kawasan Mediterania Timur sebagai respons atas meningkatnya ancaman serangan dari Iran. 

Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengonfirmasi pengiriman kapal perusak HMS Dragon dan helikopter berkemampuan anti-drone ke Siprus, guna melindungi aset-aset strategis Inggris.

Langkah ini diambil menyusul serangan drone yang menghantam pangkalan udara Inggris, RAF Akrotiri, pada Minggu malam lalu.

Keputusan pengiriman kapal perang menandai keterlibatan Inggris dalam eskalasi konflik yang awalnya dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di bawah Donald Trump menyasar Iran hingga menewaskan Khamenei.

"Kami akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris dan sekutu kami," ujar PM Starmer setelah berbicara dengan Presiden Siprus, seperti dikuti Sky News, Selasa (3/3/2026). 

Baca juga: Pangkalan Udara Inggris di Siprus Diserang Drone Shahed, Situasi Memanas

HMS Dragon bukan kapal tempur biasa, melainkan satu-satunya alutsista Inggris yang memiliki kemampuan khusus untuk menembak jatuh rudal balistik.

Pengiriman kapal ini menunjukkan bahwa London tidak hanya mengantisipasi gangguan drone kecil, melainkan ancaman serangan rudal skala besar dari Iran.

Selain kapal perusak, Inggris juga mengerahkan helikopter dengan kemampuan kontra-drone untuk menutup celah keamanan di wilayah udara Siprus.

Meski pemerintah Inggris menggunakan istilah "memperkuat operasi pertahanan", pengiriman HMS Dragon ke wilayah yang sedang bergejolak membawa konsekuensi geopolitik yang berat.

Para pengamat militer menilai London kini berada dalam posisi "siaga tempur" yang sangat dekat dengan keterlibatan langsung jika Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan Barat.

Menteri Pertahanan John Healey sebelumnya telah melakukan pertemuan intensif dengan para pimpinan militer untuk membahas opsi-opsi perlindungan bagi personel Inggris.

Sebelum HMS Dragon dikonfirmasi, nama HMS Duncan juga sempat dipertimbangkan untuk tugas berisiko tinggi ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.