TRIBUNMADURA.COM – Di tengah semarak ibadah bulan suci Ramadan, sedekah subuh kerap disebut sebagai amalan yang memiliki banyak keutamaan, Selasa (3/3/2026).
Tak sedikit umat Islam yang secara khusus menyisihkan harta di waktu subuh dengan harapan meraih keberkahan dan perlindungan dari berbagai musibah.
Namun, bagaimana sebenarnya pandangan ulama terkait sedekah subuh? Apakah benar memiliki keutamaan khusus dibanding waktu lainnya?
Dalam Tayangan Tanya Ustaz 2026 di kanal YouTube Tribunnews, Ustaz H Faishal Abdan Syakura, S.M, L.C memberikan penjelasan terkait praktik sedekah subuh yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, sedekah subuh merupakan amalan yang baik untuk dilakukan, terlebih di Bulan Ramadan.
Akan tetapi, ia menegaskan, tidak ada dalil khusus yang secara tegas menyatakan sedekah di waktu subuh lebih utama dibanding waktu lainnya.
“Sedekah subuh ini baik dilaksanakan, namun bukan yang paling utama,” ujar Ustaz Faishal Abdan Syakura dalam tayangan tersebut.
Baca juga: Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah? Ini Penjelasan MUI dan Pendapat Para Ulama
Dikutip dari Tribunnews.com, salah satu hadis yang kerap dijadikan rujukan mengenai keutamaan sedekah subuh berbunyi, “Bersedekahlah di pagi hari karena bencana tidak dapat melewati sedekah.”
Akan tetapi, para ulama menilai hadis tersebut berstatus sangat lemah sehingga tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil yang kuat dalam menetapkan suatu amalan secara khusus.
Dalam istilah Islam, hujjah berarti tanda, bukti, dalil, alasan, atau argumentasi yang sahih untuk menetapkan suatu kebenaran, terutama dalam perkara agama.
Selain itu, terdapat pula hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menjelaskan tentang dua malaikat yang turun setiap pagi.
Salah satu malaikat mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah, sementara malaikat lainnya mendoakan kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.
Meski hadis tersebut sahih, Ustaz Faishal menjelaskan, maknanya tidak menunjukkan pembatasan waktu sedekah hanya pada subuh.
Doa malaikat itu berlaku sepanjang hari bagi siapapun yang bersedekah.
“Maknanya bukan pembatasan waktu sedekah, melainkan menunjukkan bahwa doa malaikat berlaku bagi siapa saja yang bersedekah,” jelasnya.
Baca juga: Sejarah Salat Tarawih, Dari Qiyam Ramadan hingga Disatukan di Masa Khalifah Umar
Ulama juga mengingatkan agar pemahaman tentang sedekah subuh tidak keliru.
Salah satu dampak negatif yang bisa muncul adalah menunda sedekah yang sudah diniatkan hanya karena ingin melakukannya di waktu subuh.
Padahal, dalam ajaran Islam, umat dianjurkan untuk bersegera dalam berbuat kebaikan.
Menunda amal saleh dinilai bertentangan dengan semangat Islam yang mendorong umatnya untuk tidak menunda kebaikan.
Meski tidak memiliki keutamaan khusus, sedekah di waktu Subuh tetap dinilai baik karena pagi hari mengandung keberkahan dan menjadi waktu ideal untuk memulai hari dengan amal saleh.
Terlebih lagi jika dilakukan di Bulan Ramadan, di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika Ramadan tiba.
Bahkan, dalam riwayat disebutkan bahwa beliau lebih cepat dalam berbuat kebaikan dibanding embusan angin.
Baca juga: Hikmah Berpuasa Ramadan dan Meneladani Sifat-sifat Tuhan
Para ulama sepakat bahwa sedekah di Bulan Ramadan, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari, semuanya memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sedekah tidak terikat pada waktu tertentu.
Keutamaannya terletak pada keikhlasan, niat yang tulus, serta kesungguhan dan kecepatan dalam beramal.
Sedekah subuh boleh dilakukan dan termasuk amalan yang baik.
Namun, umat Islam tidak perlu merasa harus menunggu waktu subuh untuk bersedekah.
Setiap waktu adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.