TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Respons cepat ditunjukkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan dalam menangani kerusakan jalan.
Dalam sebulan terakhir, ratusan titik jalan berlubang di sekitar 12 ruas jalan kabupaten berhasil ditambal.
Perbaikan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat, hingga informasi dari pemerintah desa dan kecamatan.
Setiap laporan yang masuk ke dinas langsung diupayakan segera diverifikasi sebelum ditangani secara menyeluruh.
Baca juga: Gagal Terjemahkan Aturan, BPK Temukan 13 OPD Pemkot Pasuruan Keliru Bayar Transportasi Lokal
Baca juga: Di Tengah Kesibukan Politik, Wasik Rahman Tetap Setia Rawat Pendidikan Alquran
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pemeliharaan Rutin sekaligus Koordinator Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Ari Brata mengatakan, pihaknya tidak menunggu lama untuk bergerak.
“Begitu ada laporan, tim URC langsung turun survei. Kami cek dulu status jalannya, apakah itu kewenangan kabupaten, provinsi, atau pusat. Kalau masuk aset kabupaten, langsung kami tangani,” ujar Ari Brata, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, penanganan jalan berlubang bisa dilakukan paling cepat sehari setelah laporan diverifikasi.
Langkah cepat tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan semakin meluas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Untuk mendukung percepatan perbaikan, dinas telah menghabiskan sekitar 100 ton material tambal cepat jenis cool mix selama satu bulan terakhir.
Menurut Ari, penggunaan cool mix dipilih karena praktis dan efektif untuk penanganan darurat maupun pemeliharaan rutin.
Namun, daya tahannya sangat bergantung pada faktor cuaca dan volume kendaraan yang melintas.
“Kekuatan cool mix tergantung curah hujan dan beban lalu lintas. Kalau hujan tinggi dan kendaraan berat sering melintas, tentu daya tahannya berbeda dibanding kondisi normal,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pemantauan tetap dilakukan secara berkala pada titik-titik yang telah diperbaiki.
Jika ditemukan kerusakan kembali, tim URC akan segera melakukan penanganan ulang.
“Kami akan terus merespons cepat setiap laporan kerusakan jalan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah menjaga keselamatan pengguna jalan,” urainya.
Di sisi lain, kata dia, ini juga jaminan agar mobilitas masyarakat di seluruh wilayah kabupaten tetap lancar dan aman.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)