SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi merespon aduan warganya terkait tumpukan sampah yang meluber di di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu).
Sampah menumpuk itu ditemui di sejumlah lokasi TPST, termasuk di TPST Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Luberan sampah makin menjadi ketika pengangkutan menuju ke TPA (tempat pembuangan akhir) mengalami keterlambatan.
Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melihat kondisi TPST 3R di Sedati Gede, Selasa (3/3/2026).
Di sana, Subandi melihat sendiri kondisi tumpukan sampah yang ada.
Baca juga: Penipuan Mengatasnamakan Bupati Sidoarjo Subandi, Warga Diimbau Waspada
Begitu melihat langsung kondisi tumpukan sampah yang ada, Bupati Subandi langsung menginstruksikan DLHK untuk bergerak cepat menangani persoalan ini.
“Jangan sampai terjadi penumpukan lagi. Kalau ada, segera diangkut ke TPA supaya tidak menimbulkan persoalan,” pesan Bupati Subandi.
Dalam kunjungannya, bupati juga mendapati data bahwa setiap hari TPST3R Sedat Gede mengelola sekitar 14 ton sampah.
Sampah dipilah antara yang memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang dan residu yang harus dikirim ke TPA.
Namun, ketika residu tidak segera diangkut, area penampungan pun tak mampu lagi menahan beban.
Residu itulah yang diperintahkan segera diangkut ke TPA.
Bupati juga memerintahkan DLHK agar jangan sampai ada keterlambatan pengangkutan, serta melakukan pembersihan menyeluruh.
“Ini tadi juga kita perintahkan hari ini clean-up terhadap residu yang telah diangkut. Kalau ini kita biarkan nanti busuk, mengganggu lingkungan, apalagi dekat bandara,” lanjutnya.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM
Meski demikian, Subandi tetap memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan di TPS3R tersebut.
Ia menilai manajemennya sudah tertata dan mampu berjalan mandiri, bahkan layak menjadi percontohan bagi TPST lain di Kabupaten Sidoarjo.
Diketahui, TPST itu sistem manajemennya telah tertata dengan baik. Bahkan, sebanyak 90 persen tenaga kerjanya berasal dari warga setempat.
Jika desa-desa lain mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki dengan pengelolaan yang baik dan komitmen kuat, maka TPST dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di tingkat desa.(ufi)