Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Indonesia Tunda Berangkat Umrah
Tribun-video March 03, 2026 09:12 PM

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan lebih dari 7.500 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air dalam beberapa hari terakhir.

Para jemaah tersebut sempat terdampak serangan AS-Israel ke Iran yang berdampak pada penerbangan internasional.

Perang Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran melumpuhkan penerbangan global dan membuat jemaah umrah di Tanah Suci, Arab Saudi, terkatung-katung menunggu kepastian pemulangan.

Ribuan penerbangan dibatalkan dan sejumlah bandara utama di Timur Tengah terpaksa ditutup menyusul serangan balasan Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran, kabar lega datang dari dunia penerbangan religi tanah air.

Sebanyak lebih dari 7.500 jemaah umrah Indonesia dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat di Tanah Air dalam beberapa hari terakhir, tepat saat ruang udara Timur Tengah mulai mencekam.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa kepulangan jemaah ini menjadi prioritas utama di tengah dinamika keamanan regional yang mengganggu jadwal penerbangan internasional.

Proses kepulangan jemaah umrah tetap berjalan secara bertahap dan terkendali di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah. 

Untuk mengantisipasi gangguan lebih lanjut, ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan maskapai nasional. 

Beberapa maskapai, termasuk Garuda Indonesia, menurutnya masih melayani penerbangan menuju Arab Saudi.

Kemenhaj, kata Dahnil, terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait perlindungan jemaah. 

Selain fokus pada pemulangan jemaah umrah yang tertahan di tanah suci , pemerintah kini tengah memantau ketat rencana keberangkatan 43.363 calon jemaah umrah yang terdaftar di 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 

Dahnil menyatakan jika ditambah dengan jemaah yang berangkat secara mandiri, jumlahnya diperkirakan jauh lebih besar hingga mencapai 60 ribu.

Puluhan ribu jemaah ini awalnya dijadwalkan berangkat sebelum memasuki musim haji pada 18 April 2026.

Mengingat dinamika penerbangan dan keamanan di kawasan transit maupun Arab Saudi, Kemenhaj memberikan instruksi tegas kepada seluruh biro perjalanan.

Kemenhaj juga mengimbau para calon jemaah yang memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan mereka hingga kondisi kembali kondusif.

Imbauan mengenai penundaan pemberangkatan umrah dikeluarkan atas pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.