TRIBUNWOW.COM - Menjelang Piala Dunia 2026, Timnas Argentina dihadapkan pada situasi pelik dengan cederanya beberapa pemain penting yang harus menepi cukup lama.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu ritme pemain Timnas Argentina di level klub, tetapi juga berpotensi memengaruhi komposisi skuad Albiceleste untuk ajang empat tahunan tersebut.
Mulai dari lini belakang, tengah, hingga depan, ada nama-nama yang sebenarnya berpeluang besar mengisi kerangka utama tim.
Masa pemulihan yang panjang membuat nasib para pemain di tim nasional ikut dipertanyakan.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih dan staf medis Argentina.
Baca juga: Skenario di Luar Dugaan Timnas Indonesia Bisa Mentas di Piala Dunia 2026: Ada 3 Cara Potensi Terjadi
Berikut ulasan mengenai situasi dari tiga nama pemain Timnas Argentina yang kini tengah menepi akibat cedera serius.
Juan Foyth yang berusia 28 tahun dan bermain untuk Villarreal mengalami cedera berat berupa putusnya tendon Achilles sejak 24 Januari 2026.
Cedera jenis ini tergolong serius dan membutuhkan proses pemulihan panjang sebelum pemain bisa kembali ke level kompetitif.
Ia diperkirakan baru bisa kembali bermain pada 31 Agustus 2026, yang berarti harus melewatkan sekitar 20 pertandingan bersama klubnya.
Absennya Foyth menjadi pukulan bagi kedalaman lini belakang Argentina, mengingat ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek sayap.
Masa pemulihan yang lama ini membuat peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya besar.
LaLiga: 13 pertandingan, 2 kartu kuning, dan 936 menit bermain.
UEFA Champions League: 4 pertandingan, 1 kartu merah, dan 322 menit bermain.
Piala Raja: 1 pertandingan, 1 kartu kuning, dan 56 menit bermain.
Villarreal CF: 153 pertandingan, 5 gol, 6 assist, 28 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, dan 11.915 menit bermain.
Tottenham Hotspur: 32 pertandingan, 1 gol, 7 kartu kuning, 1 kartu merah, dan 2.243 menit bermain.
Club Estudiantes de La Plata: 9 pertandingan dan 810 menit bermain.
Club Estudiantes de La Plata II: 5 pertandingan dan 450 menit bermain.
Argentina: 22 pertandingan, 4 kartu kuning, dan 1.307 menit bermain.
Di lini tengah, Giovani Lo Celso yang kini berusia 29 tahun dan membela Real Betis Balompie juga tengah berkutat dengan masalah cedera.
Ia mengalami cedera hamstring sejak 3 Februari 2026, yang memaksanya absen dari berbagai pertandingan penting klubnya.
Baca juga: Timnas Kroasia Siap Guncang Piala Dunia 2026? 4 Pemain Berpengalaman OTW Jadi Tulang Punggungnya
Cedera otot paha belakang ini memerlukan penanganan hati-hati agar tidak kambuh ketika pemain kembali bermain.
Lo Celso diperkirakan baru bisa kembali merumput pada 5 April 2026, dengan total 11 pertandingan yang harus ia lewatkan.
Kondisi ini jelas mengganggu persiapannya untuk bisa tampil prima bersama timnas Argentina.
LaLiga: 17 pertandingan, 2 gol, 2 assist, 3 kartu kuning, dan 1.099 menit bermain.
Europa League: 6 pertandingan, 1 gol, dan 321 menit bermain.
Piala Raja: 2 pertandingan dan 59 menit bermain.
Tottenham Hotspur: 108 pertandingan, 10 gol, 8 assist, 15 kartu kuning, dan 5.192 menit bermain.
Real Betis Balompie: 104 pertandingan, 28 gol, 11 assist, 17 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, dan 6.967 menit bermain.
Paris Saint-Germain: 54 pertandingan, 6 gol, 9 assist, 5 kartu kuning, dan 2.573 menit bermain.
Club Atletico Rosario Central: 54 pertandingan, 3 gol, 14 assist, 10 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, dan 3.337 menit bermain.
Villarreal CF: 51 pertandingan, 3 gol, 4 assist, 9 kartu kuning, dan 2.926 menit bermain.
Argentina: 65 pertandingan, 4 gol, 16 assist, 10 kartu kuning, dan 4.845 menit bermain.
Di lini depan, Lautaro Martinez yang berusia 28 tahun dan menjadi penyerang utama Inter Milan juga tidak luput dari masalah kebugaran.
Ia mengalami cedera otot sejak 19 Februari 2026, sehingga harus menepi di momen penting menjelang persiapan intensif Piala Dunia 2026.
Meski demikian, prognosis cedera Lautaro relatif lebih baik dibanding rekan-rekannya karena ia diperkirakan bisa kembali bermain pada 15 Maret 2026.
Akibat cedera tersebut, ia harus melewatkan sekitar 6 pertandingan bersama Inter Milan.
Kendati masa absennya tidak selama Foyth dan Lo Celso, tetap saja kebugarannya perlu dipantau secara cermat agar siap untuk level internasional.
Premier League: 20 pertandingan, 2 gol, 1 assist, 3 kartu kuning, dan 1.158 menit bermain
EFL Cup: 3 pertandingan, 1 assist, 1 kartu kuning, dan 217 menit bermain.
FA Cup: 1 pertandingan, 1 assist, dan 74 menit bermain.
Inter Milan: 370 pertandingan, 171 gol, 54 assist, 57 kartu kuning, 1 kartu merah, dan 25.979 menit bermain.
Racing Club: 62 pertandingan, 27 gol, 6 assist, 12 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 3.934 menit bermain.
Argentina: 75 pertandingan, 36 gol, 11 assist, 7 kartu kuning, dan 4.427 menit bermain.
Secara keseluruhan, cedera yang dialami deretan pemain ini memberikan tantangan besar bagi persiapan timnas Argentina menuju Piala Dunia 2026.
Tiga pemain ini sejatinya menawarkan kualitas di tiga lini berbeda yang bisa memperkaya opsi taktik pelatih.
Lamanya masa pemulihan, khususnya untuk Foyth yang mengalami cedera tendon Achilles, membuat staf pelatih harus menyiapkan skenario alternatif.
Di sisi lain, Lo Celso dan Lautaro masih memiliki peluang lebih besar untuk kembali bugar tepat waktu jika proses rehabilitasi berjalan lancar.
Pada akhirnya, keputusan pemanggilan mereka akan sangat bergantung pada kondisi fisik terkini dan tingkat kebugaran jelang turnamen dimulai.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)