Sopir Bus Asal Majalengka Ditemukan Meninggal di Terminal Indihiang Tasikmalaya
Mutiara Suci Erlanti March 04, 2026 12:11 AM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNCIREBON.COM, KOTA TASIKMALAYA - Seorang sopir bus asal Majalengka ditemukan sudah tak bernyawa usai memarkirkan kendaraannya di Terminal Tipe A Indihiang kelurahan indihiang, Kecamatan indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (3/3/2026).


Korban atas nama Pram Suparlan yang berprofesi sebagai sopir asal Blok Kubangsari Kelurahan Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka.


Awalnya pada Hari Selasa tanggal 03 Maret 2026, sekira jam 10.00 WIB korban bersama saksi 1 telah membeli ban dari daerah Indihiang dan kembali ke terminal Indihiang. 


Kemudian, ketika sudah sampai terminal dan korban akan parkir bus di depan kantor PO Harun.

 Namun, ia mengeluh pusing dan meminta ke rekannya untuk gantian menyetir.

Baca juga: Produksi Jagung Selama 2025 di Kuningan Tembus 17.556 Ton, Kadis Pertanian Angkat Bicara


Setelah itu, saksi sempat mengecek kondisi korban dan terlihat mengeluarkan keringat dingin dan lemas. Kemudian rekannya mengambil air minum ke kantor PO Harun yang jaraknya tidak jauh. 


Tetapi ketika menghampiri korban untuk memberikan minum, korban sudah terlihat tidak bergerak dan setelah di cek sudah tidak bernafas hingga melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.


Selang beberapa menit, petugas Polsek dan tim Identifikasi mendatangi TKP untuk melihat kondisi korban. Setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.


Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan membenarkan adanya laporan orang meninggal di dalam bus di terminal Indihiang.


Iptu Jajang menambahkan, Pram sempat merasakan sakit pusing sebelum ditemukan tidak bernyawa di dalam bus oleh temannya.


"Sebelumnya sempat pusing dan meminta temannya gantian mengendarai bus, tapi setelah dicek lagi korban sudah tak bernyawa," kata Iptu Jajang.


Bahkansopir tersebut dibawa langsung Ke RSUD DR.Soekardjo. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, diperkirakan meninggal satu jam setelah ditemukan.


"Kalau dari pemeriksaan tim dokter dari RSUD dr Soekardjo bahwa korban memiliki riwayat jantung," ungkap Iptu Jajang.(*).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.