TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Seorang saksi berinisial DN (21) membeberkan kronologi kejadian yang berujung pada insiden meininggalnya Bertrand.
Bertrand Eka Prasetyo meninggal diduga ditembak polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.
DN mengaku berada di lokasi saat peristiwa berlangsung dan sempat menyaksikan beberapa rangkaian kejadian.
DN mengatakan, kejadian tersebut bwelangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA di depan Cafe Ur Mine (UM), Jl Toddopuli Raya, Minggu (1/3/026) lalu.
Saat kejadian terdapat rombongan terlihat melintas dari kawasan Toddopuli 4 sebelum berpindah ke Toddopuli 2
“Kejadiannya itu, dia pertama, dia mengarah itu lawan, dia pertama dia dari Toddopuli 4. Toddopuli 4 terus dia pergi lagi, pergi, terus dia keluar lagi di Toddopuli 2," katanya saat ditemui di rumah duka, Jl Toddopuli 1, Selasa (3/3/2026).
"Sudah masuk Toddopuli 2, kan Toddopuli 2 bisa tembus ke Hertasning. Terus dia masuk lewat situ, terus dia masuk eh keluar lewat Hertasning, masuk ke Toddopuli,” tambahnya.
Setelah masuk ke daerah Toddopuli Raya, insiden tabrakan terjadi di sekitar lokasi tersebut.
Namun ia menegaskan, tabrakan itu terjadi sesama pihak yang disebutnya sebagai kelompok penyerang.
“Eh di situ mulai kejadian situ tabrakan, tabrakan sesama yang menyerang. Iya (tabrakan) tapi sesamanya ji yang menyerang. Terus anak-anak tembaki dia, tembak mainan,” ungkapnya.
DN menjelaskan, dimana dirinya mendengar suara dari pihak lawan yang sedang mengokang sejata.
“Pas tidak lama itu, katanya ini lawan, katanya makkokang (mengokang senjata). Terus kata ini korban, dia bilang ‘saya dikena, dipukul’ sama itu yang lawan. Sudah itu, langsung korban ini langsung mi dia juga pukul dia, pukul lawan. Iya berkelahi dia,” jelasnya.
Tak lama setelah perkelahian berlangsung, polisi disebut datang dari arah Hertasning menggunakan mobil biasa.
“Tidak lama itu, ada datang polisi dari Hertasning. Pakai mobil biasa. Terus tidak lama itu, dia turun, angkat senjata tembak mi satu kali, terus saya lari masuk,” ungkapnya.
Ia mengaku langsung menyelamatkan diri saat mendengar letusan tersebut.
Dari dalam tempat ia berlindung, DN melihat korban sudah diangkat.
“Pas saya di dalam, melihat ke luar, ini korban sudah diangkat. Eh, saya juga tidak tahu (terkapar atau tidak) itu karena saya di dalam. Kan saya jauh, jadi saya tidak bisa lihat itu darah. Tapi keterangan yang lain dia bilang ada darah,” kata dia.