Cuaca Surabaya Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026: Berpotensi Hujan Disertai Angin, Warga Diimbau Waspada
Arum Puspita March 04, 2026 06:04 AM

 

SURYA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan akan turun hujan turun di Kota Surabaya, Rabu (4/3/2026). 

Hujan turun diprediksi turun menjelang siang hari. 

Berdasarkan informasi dari laman BMKG Juanda, stamet-juanda.bmkg.go.id yang diakses SURYA.CO.ID, Rabu (3/3/2026) sekira pukul 04.30 WIB, berikut ini prakiraan cuaca Surabaya hari ini.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

Pada pagi hari sekira pukul 05.00 WIB, cuaca di Kota Surabaya diprediksi berawan.

Suhu terasa sejuk karena berada di angka 25-27 derajat Celcius.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Surabaya: Gagal Terlihat Akibat Awan Tebal

Kondisi ini bertahan hingga pukul 07.00 WIB.

Kecepatan angin cukup kencang, yakni 13,8 kilometer (km) per jam. 

Memasuki pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, hujan akan turun dengan intensitas ringan. 

Kecepatan angin berhembus lebih kencang. 

Kemudian, memasuki sore hingga malam hari, cuaca kembali berawan. 

Imbauan Untuk Warga Surabaya

Akun Instagram @call112surabaya, mengimbau warga Surabaya harus waspada dan mengindari berteduh di bawah pohon maupun papan reklame. 

Jika melihat pohon rawan tumbang atau kondisi berbahaya lainnya, warga Surabaya bisa melaporkan ke nomor 112 (bebas pulsa) dan Whatsapp (WA) 081-131-112-112.

Sementara kondisi pagi ini terpantau berawan.

Kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Tunjungan tampak masih sepi.

Gerhana Bulan Total Tak Terlihat

GERHANA BULAN - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) saat berusaha melihat gerhana bulan dari atas Gedung At-Tauhid Tower di Surabaya, Jawa Timur, memakai teleskop refraktor berdiameter 71 mm, Selasa (3/3/2026).
GERHANA BULAN - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) saat berusaha melihat gerhana bulan dari atas Gedung At-Tauhid Tower di Surabaya, Jawa Timur, memakai teleskop refraktor berdiameter 71 mm, Selasa (3/3/2026). (istimewa)

Fenomena gerhana bulan total yang terjadi bertepatan dengan waktu berbuka puasa, Selasa (3/3/2026), tidak dapat disaksikan warga Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Langit yang tertutup awan tebal, membuat kemunculan bulan tak terlihat sejak magrib hingga fase gerhana hampir berakhir.

Dosen Astronomi Fakultas Studi Islam dan Peradaban Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Andi Siti Maryam, mengatakan secara astronomis bulan seharusnya sudah memasuki fase total saat magrib.

“Mestinya saat maghrib tadi, karena ini bulan purnama. Dia akan terbit bersamaan dengan terbenamnya matahari. Jadi, mestinya saat kita buka puasa, bulan sudah terbit di timur,” ujar Andi kepada SURYA.co.id.

Andi menjelaskan, bahwa secara perhitungan astronomis, terdapat rentang waktu spesifik terjadinya fenomena ini. Berikut adalah rincian waktu fase gerhana bulan yang seharusnya teramati:

  • Fase total dimulai: 18.04 WIB
  • Puncak fase total berakhir: 19.02 WIB
  • Fase sebagian berakhir: 20.17 WIB

Pada fase total tersebut, bulan seharusnya tampak berwarna merah atau blood moon sepenuhnya akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.

“Kalau fase total itu terlihat merah semuanya,” katanya.

Setelah pukul 19.02 WIB, gerhana memasuki fase sebagian dan benar-benar berakhir pada pukul 20.17 WIB.

Namun, kondisi cuaca di Surabaya tetap tidak mendukung pengamatan hingga waktu tersebut.

“Sampai sekarang belum kelihatan. Tadi sempat ada secercah cahaya di posisi bulan, tetapi masih belum bisa diamati jelas,” jelas Andi.

Menurut Andi, berdasarkan pemantauan di lingkungan kampus Umsura, fenomena tersebut tidak dapat terlihat karena awan yang cukup tebal menutupi langit.

“Di Surabaya, khususnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya, kali ini tidak terlihat karena awannya cukup tebal,” ucapnya.

Dalam upaya pengamatan ini, tim sebenarnya telah menyiapkan peralatan yang mumpuni. Tim menggunakan teleskop refraktor berdiameter 71 mm serta kamera DSLR.

Secara teknis, peralatan tersebut dinilai sangat memadai untuk mengamati detail permukaan satelit alami bumi tersebut.

“Refraktor 71 mm sebenarnya cukup mampu untuk melihat detail bulan, termasuk kawah-kawah dan perbedaan terang-gelap permukaannya, tetapi karena tertutup awan, pengamatan tidak maksimal,” pungkas Andi.

Surabaya Diguyur Hujan

Pada Selasa (3/3/2026), sejumlah wilayah Kota Surabaya diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang. 

Menurut info dari unggahan Instagram @call112surabaya, hujan turun di wilayah Tenggilis, Simokerto, Gubeng, Rungkut, Gunung Anyar, Benowo, Sukolilo, Lakarsantri, Pabean Cantian, Semampir, Bubutan, Dukuh Pakis, dan Pakal.

(SURYA.CO.ID Sulvi Sofiana)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.