Kemudian kondisi terkini jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi, saat terjadinya perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran memanas dalam beberapa hari terakhir.
Salah seorang jemaah umrah asal Indonesia, Elis, yang berangkat dari Jakarta, mengatakan situasi di Madinah hingga saat ini masih kondusif.
Baca juga: Mahyeldi Kecam Amerika Awali Perang Iran, Ingatkan Nasib Jemaah Umrah dan Stok Minyak Indonesia
Selanjutnya, selama Februari 2026 Polda Sumbar mengungkap tiga kasus narkoba dengan total barang bukti delapan kilogram sabu.
1. Gunung Marapi Lontarkan Material dan Abu Kemerahan saat Erupsi Jelang Sahur
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi menjelang waktu sahur, Selasa (3/3/2026) dini hari.
Dari video yang beredar, tampak abu vulkanik membubung tinggi ke langit disertai dengan material yang keluar dari puncak gunung yang bewarna merah terang.
Letusan terjadi pada pukul 02.19 WIB, aktivitas vulkanik tersebut terekam di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, membenarkan terjadinya erupsi tersebut.
“Benar, telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 02.19 WIB. Namun untuk tinggi kolom abu tidak teramati,” kata Ahmad Rifandi melalui keterangan resminya.
Baca juga: BMKG Pantau Jalur Penerbangan Pasca Erupsi Gunung Marapi, Pastikan Bandara Minangkabau Tetap Aman
Ia menjelaskan, kolom abu tidak terpantau secara visual dari arah pos, namun aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf di pos pengamatan.
Saat ini, lanjutnya, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada).
Dengan status tersebut, masyarakat dan pendaki diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan. Jangan mendekati area dalam radius tiga kilometer dari kawah,” tegasnya.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama saat terjadi hujan.
“Apalagi saat musim hujan, potensi banjir lahar bisa saja terjadi. Jadi masyarakat harus tetap waspada,” ujarnya.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Ahmad Rifandi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Marapi Capai 15.000 Feet, BMKG Sebut Sebaran Debu Mengarah ke Tanah Datar
“Kami minta masyarakat tidak menyebarkan hoaks dan tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG maupun pemerintah daerah,” katanya.
Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam juga diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Api Marapi untuk memperoleh informasi terkini.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui situs resmi Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, maupun aplikasi Magma Indonesia yang tersedia di Play Store, serta media sosial resmi PVMBG.
2. Jemaah Umrah Madinah Curhat Imbas Perang Israel-AS Lawan Iran, Pesawat Transit Mulai Terkendala
Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang memanas dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional, termasuk bagi jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.
Meski demikian, kondisi di Madinah dilaporkan tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.
Salah seorang jemaah umrah asal Indonesia, Elis, yang berangkat dari Jakarta, mengatakan situasi di Madinah hingga saat ini masih kondusif.
“Di Madinah sejauh ini aman,” ujar Elis saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi tetap berlangsung seperti biasa tanpa ada pembatasan.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Kucurkan Rp 4 Miliar, Siswa SMA dan SMK Kini Bisa Sekolah Gratis
“Beribadah masih seperti biasanya,” katanya.
Namun, dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai terasa pada sektor transportasi udara.
Elis menyebut penerbangan dengan sistem transit menjadi yang paling terdampak.
“Yang tidak bisa masuk itu pesawat yang transit. Untuk Saudi Arabia sendiri bisa keluar masuk,” jelasnya.
Ia mengatakan, ketidakpastian jadwal penerbangan menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian jemaah, terutama yang masa tinggalnya atau ibadahnya segera berakhir.
Baca juga: Buka Puasa Bersama Solok Selatan, Bupati Tekankan Gotong Royong Bangun Daerah
“Ada sebagian yang takut nanti pas sudah selesai jadwal umrahnya, izin terbang belum bisa,” ungkap Elis.
Kepastian kepulangan, lanjutnya, sangat bergantung pada kebijakan maskapai dan izin penerbangan yang terdampak situasi keamanan kawasan.
“Tergantung pesawat. Sejauh ini masih bisa, tapi memang ada kekhawatiran,” ujarnya.
Elis juga menyebut hingga kini pihak travel yang memberangkatkannya belum menyampaikan adanya perubahan jadwal secara resmi.
“Kalau travel kami sejauh ini belum ada kasih info perubahan,” katanya.
Seiring memanasnya konflik Israel-AS dan Iran, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dilaporkan melakukan penyesuaian jalur penerbangan dan pengetatan ruang udara sebagai langkah antisipasi keamanan.
Para jemaah pun kini berharap situasi segera mereda agar kepulangan ke Tanah Air dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
3. 8 Kg Sabu dari 3 Kasus Narkoba, Polda Sumbar Amankan 2 Orang di Bandara dan 3 di Sawahan
Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengungkap tiga kasus peredaran narkotika jenis sabu selama Februari 2026.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak delapan kilogram sabu dan mengamankan lima orang tersangka.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, mengatakan pengungkapan itu dilakukan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.
“Selama Februari ini kami berhasil mengungkap tiga kasus dengan total barang bukti delapan kilogram sabu,” kata Brigjen Pol Solihin kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Polda Sumbar Ungkap 35 Kasus Narkoba di Awal 2026, Sabu 9,74 Kg dan Ganja 261 Kg Dimusnahkan
2 Orang Ditangkap di Bandara
Ia menjelaskan, dua kasus terjadi di Bandara Internasional Minangkabau pada 6 Februari dan 12 Februari 2026.
Dalam pengungkapan di bandara tersebut, kepolisian bekerja sama dengan otoritas bandara dan berhasil mengamankan dua tersangka.
Kedua tersangka masing-masing berinisial KI yang ditangkap pada 6 Februari dan KA yang diamankan pada 12 Februari di terminal Bandara Internasional Minangkabau.
“Sementara satu kasus lainnya terjadi di kawasan Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang,” ujarnya.
Di lokasi tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial RH, ECZ, dan YHK.
Baca juga: Modus Koper Modifikasi, 4 Kurir Aceh Nekat Selundupkan 7,96 Kg Sabu di BIM, Diamankan Polda Sumbar
Dengan demikian, total tersangka yang diamankan dari tiga kasus tersebut berjumlah lima orang.
Seluruh tersangka kini ditahan di Mapolda Sumbar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dijerat Pasal Berlapis
Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (1) dan (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Brigjen Pol Solihin menambahkan, barang bukti sabu seberat delapan kilogram tersebut dimusnahkan pada hari ini di Mapolda Sumbar.
Pemusnahan dilakukan dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Ketua LKAM, serta unsur Forkopimda Sumbar.
“Barang bukti hari ini kami musnahkan bersama unsur Forkopimda Sumbar,” tutupnya.
4. Bupati Dharmasraya Pantau Operasi Pekat 2026, Polisi Musnahkan 275 Botol Miras
Suasana di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Dharmasraya tampak berbeda pada Senin (2/3/2026). Ratusan botol minuman keras dan barang bukti kejahatan lainnya berjajar rapi di halaman depan, menandai berakhirnya Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2026.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, hadir langsung dalam kegiatan press release tersebut. Kehadirannya menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap langkah tegas kepolisian dalam menyapu bersih kemaksiatan di wilayah tersebut.
Mengenakan pakaian dinas, Bupati Annisa tampak menyimak saksama pemaparan hasil operasi yang disampaikan langsung oleh Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Jemi Hendra dan perwakilan Kejaksaan Negeri.
Dalam keterangannya, AKBP Kartyana menjelaskan bahwa operasi ini merupakan instruksi langsung dari Mabes Polri yang dilaksanakan sejak 12 hingga 28 Februari 2025. Fokus utamanya adalah menciptakan suasana yang tenang bagi umat Muslim yang akan segera memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H.
"Kami tidak main-main. Sebanyak 138 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dishub dikerahkan untuk menyisir setiap sudut yang dianggap rawan," ujar Kapolres.
Baca juga: Jemaah Umrah Madinah Curhat Imbas Perang Israel-AS Lawan Iran, Pesawat Transit Mulai Terkendala
Hasilnya cukup mencengangkan. Petugas berhasil menyita sedikitnya 275 botol minuman keras dari berbagai merk terkenal serta 210 liter tuak yang kerap memicu keributan di tengah masyarakat.
Tak hanya miras, tim gabungan juga menyasar praktik perjudian yang kian meresahkan. Uang tunai senilai ratusan ribu rupiah turut diamankan sebagai barang bukti otentik dari aktivitas haram tersebut.
Sektor keamanan kendaraan juga menjadi sorotan.
Polisi berhasil mengamankan 9 unit sepeda motor hasil tindak pidana curanmor serta 21 unit mobil yang diduga terkait dengan pelanggaran hukum atau hasil kejahatan.
Langkah berani juga terlihat dalam pemberantasan narkotika. Dalam kurun waktu dua minggu, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 21,29 gram dan ganja kering seberat 519,4 gram.
Baca juga: Buka Puasa Bersama Solok Selatan, Bupati Tekankan Gotong Royong Bangun Daerah
"Ini adalah bentuk perlindungan kami kepada generasi muda Dharmasraya agar tidak terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba dan maksiat," tegas AKBP Kartyana.
Selama operasi berlangsung, petugas secara rutin melakukan razia ke warung remang-remang, hotel, hingga lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar pada dini hari. Sebanyak lima warung remang-remang pun langsung diberikan pembinaan dan penertiban di tempat.
Menanggapi hasil tersebut, Bupati Annisa Suci Ramadhani memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Dharmasraya. Menurutnya, hasil operasi ini merupakan tindak lanjut nyata dari surat edaran bersama yang telah diterbitkan sebelumnya.
"Pemerintah Kabupaten dan Polres sudah berkomitmen melalui surat edaran terkait larangan penyakit masyarakat. Hari ini, kita melihat komitmen itu dijalankan secara serius dan terukur," tutur Bupati Annisa.
Ia juga menekankan bahwa penertiban ini sangat penting untuk memastikan warga dapat beribadah dengan khusyuk di bulan Ramadhan tanpa gangguan kebisingan miras maupun aksi kriminalitas lainnya.
Bupati berharap, sinergi antara Pemkab, TNI, dan Polri tidak berhenti hanya pada saat operasi ini saja. Ia menginginkan adanya pengawasan berkelanjutan demi menjaga marwah daerah.
"Sinergi lintas sektor ini harus terus diperkuat. Kita ingin memberikan rasa aman yang permanen bagi seluruh warga Dharmasraya, bukan sekadar musiman," tutupnya.(*)