Memasuki low season di awal tahun, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat mengalami penurunan.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik mencatat, pada Januari 2026 jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama Indonesia mencapai 1,01 juta kunjungan. Angka tersebut turun 17,06 persen dibandingkan Desember 2025 (month to month), namun masih naik 1,11 persen dibandingkan Januari 2025 (year on year).
"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 secara bulanan merupakan kondisi yang sejalan dengan pola normalisasi musiman setelah periode puncak kunjungan pada bulan Desember. Namun demikian, secara tahunan jumlah kunjungan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Indonesia tetap berada dalam tren pertumbuhan yang positif dan berkesinambungan," tulis BPS.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Turun
Sementara itu, pergerakan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari 2026 tercatat mencapai 102,04 juta perjalanan. Jumlah ini turun 3,72 persen dibandingkan Desember 2025 dan juga turun 0,93 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan aktivitas perjalanan domestik yang sedikit melambat setelah periode liburan akhir tahun.
Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri Naik
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri justru mengalami peningkatan. Pada Januari 2026, jumlah perjalanan wisnas mencapai 1,01 juta perjalanan. Angka ini naik 22,17 persen dibandingkan Desember 2025 dan naik 1,65 persen dibandingkan Januari 2025.
Beberapa negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan Indonesia pada periode tersebut antara lain:
- Malaysia - 29,61 persen
- Saudi Arabia - 16,82 persen
- Singapore - 12,15 persen
- China - 7,82 persen
Malaysia masih menjadi destinasi favorit wisatawan Indonesia karena faktor kedekatan jarak, kemudahan akses transportasi, hingga biaya perjalanan yang relatif terjangkau.
Okupansi Hotel Ikut Menurun
Kondisi pariwisata pada awal tahun juga tercermin dari tingkat penghunian kamar hotel.
Pada Januari 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 47,53 persen. Angka ini turun 0,85 poin dibandingkan Januari 2025 dan turun 8,59 poin dibandingkan Desember 2025.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 24,48 persen. Angka ini naik tipis 0,09 poin secara tahunan, namun turun 2,57 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang tercatat 1,59 malam, sedikit meningkat 0,02 poin dibandingkan Januari 2025. Secara keseluruhan, awal tahun 2026 menunjukkan dinamika yang beragam dalam sektor pariwisata Indonesia.
Kunjungan wisman masih stabil secara tahunan, perjalanan ke luar negeri meningkat, sementara pergerakan wisatawan domestik dan okupansi hotel mengalami sedikit perlambatan setelah musim liburan panjang.
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2026 Foto: BPS
|








