TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana penuh keakraban menyelimuti lantai 2 Pasar Baru Bandung pada Selasa (03/03/2026) ketika ratusan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) berkumpul dalam acara buka puasa bersama.
Momen tahunan ini bukan hanya tentang menikmati hidangan berbuka, tetapi menjadi ruang temu yang mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa saling menguatkan di antara sesama pelaku usaha pasar tradisional.
Ramadan yang identik dengan keberkahan terasa kian hidup lewat antusiasme para pedagang yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga usai. Kebersamaan yang terbangun menghadirkan atmosfer hangat, seolah mengingatkan bahwa denyut pasar tak hanya soal transaksi, tetapi juga relasi dan solidaritas.
Ketua HP2B, Iwan Suhermawan, menuturkan bahwa agenda berbuka bersama telah menjadi tradisi yang konsisten digelar setiap tahun. Selain memperkuat persaudaraan, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian sosial yang tumbuh dari inisiatif para pedagang sendiri.
“Kebersamaan para pedagang dalam bukber ini sudah menjadi agenda tahunan. Bahkan yang hadir bukan hanya pedagang Pasar Baru, tetapi juga perwakilan dari Pasar Ciroyom, Pasar Sederhana, dan Pasar Cihaurgeulis, serta asosiasi pekerja pedagang kaki lima. Ini menunjukkan solidaritas yang kuat di antara kami,” ujar Iwan.
Kehadiran perwakilan dari sejumlah pasar lain di Bandung, seperti Pasar Ciroyom, Pasar Sederhana, dan Pasar Cihaurgeulis, hingga asosiasi pekerja pedagang kaki lima, memperlihatkan jejaring kebersamaan yang melampaui batas lokasi berdagang. Ikatan itu terjalin bukan hanya karena kesamaan profesi, melainkan juga kesadaran untuk saling menopang dalam dinamika usaha.
Tidak berhenti pada kegiatan berbuka puasa, HP2B juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagi dengan sesama. Sebanyak 50 anak yatim menerima santunan yang dananya dihimpun secara swadaya dari para pedagang. Setiap pedagang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya sepanjang Ramadan demi terlaksananya kegiatan sosial tersebut.
Iwan menyampaikan rasa syukur atas kekompakan yang terus terjaga di antara anggota. Baginya, semangat gotong royong menjadi fondasi utama yang menjaga eksistensi komunitas pedagang pasar tradisional di tengah berbagai tantangan.
“Kami sangat bersyukur. Dari kebersamaan ini, kami bisa mengumpulkan dana hingga terlaksananya buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Semoga apa yang kami lakukan membawa keberkahan bagi semua,” katanya.
Ia juga menaruh harapan agar rasa persaudaraan yang menguat selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci usai. Menurutnya, kekompakan yang terpelihara akan menjadi modal penting dalam menghadapi beragam tantangan usaha di masa mendatang.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kelancaran usaha serta keberkahan bagi para pedagang beserta keluarga mereka. Momen penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim yang hadir menambah nuansa haru, mempertegas bahwa Ramadan di Pasar Baru Bandung bukan sekadar tradisi, melainkan perayaan kebersamaan dan kepedulian.