- Ratusan tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam dua hari pertama perang melawan Iran.
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, memperkirakan sekira 650 tentara AS gugur akibat serangan balasan Iran.
Ia menyebut para tentara yang tewas di berbagai pangkalan militer di Timur Tengah sengaja disembunyikan oleh AS, Selasa (3/3/2026).
Diketahui, Iran menargetkan berbagai pangkalan militer AS di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Serangan itu dilakukan sejak 28 Februari 2026.
Di Bahrain, sekira 160 pasukan dilaporkan tewas dan luka-luka.
Tak hanya itu, ratusan tentara di pangkalan militer Dubai dan wilayah UEA berada di lokasi penyerangan Iran.
Menurut laporan lapangan, lebih dari 40 orang tewas dan lebih dari 70 orang terluka dalam serangan gabungan drone dan rudal oleh unit tempur Angkatan Laut IRGC tersebut.
Ia menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan serangan balasan terhadap AS dan Israel.
Militer Iran juga menargetkan militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan pasukan AS di Al-Udeid, Qatar.
Sementara itu, sejumlah warga Iran menggelar upacara pemakaman massal untuk 165 siswi dan staf yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di Kota Minab pada Sabtu lalu.
(*)
# israel # Ali Mohammad Naeini # amerika serikat # iran # irgc