TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal ditenggelamkan ke laut dalam.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSL) Sultra, Jufri melalui WhatsApp, Rabu (4/3/2026).
Dia menjelaskan, penanganan bangkai hewan mamalia laut raksasa ini dibagi menjadi tiga cara yaitu dikubur, dibakar, atau ditenggelamkan.
Metode penguburan atau land burial dilakukan di lokasi saat air laut surut dengan menggunakan alat berat.
Bangkai dikubur sedalam mungkin, minimal 2-3 meter, untuk mencegah dibongkar hewan liar maupun kembali hanyut terbawa air laut.
Selain itu, terdapat metode pembakaran yang dilakukan secara bertahap apabila kondisi lokasi tidak memungkinkan untuk penguburan, terutama di kawasan pasang surut.
Adapun metode penenggelaman atau sea burial dilakukan dengan cara menarik bangkai ke laut dalam, kemudian diberi pemberat agar dapat tenggelam.
Baca juga: Kronologi Warga Temukan Paus Sperma Terdampar di Pesisir Desa Totobo Kolaka Sulawesi Tenggara
Namun sebelum ditenggelamkan, gas yang terdapat di dalam tubuh paus harus dikeluarkan terlebih dahulu untuk menghindari risiko ledakan.
"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi lokasi terdamparnya, untuk di Kolaka cara yang bisa dilakukan yaitu menarik bangkai ke tengah laut," kata dia.
"Harus jauh dari aktivitas nelayan dan diberikan pemberat supaya tidak hanyut," jelasnya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com.
Saat ini, BPSL sedang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka terkait penanganannya.
Sebab, evakuasi paus dengan nama latin physeter macrocephalus itu memerlukan kapal besar untuk menarik bangkainya ke laut lepas.
Tepatnya di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa berjarak 12 kilometer atau 20 menit dari Kantor Bupati yang terletak di Jalan Pemuda, Desa Laloeha, Kecamatan Kolaka.
Baca juga: Video Viral Paus Sperma Terdampar di Pesisir Kolaka Sulawesi Tenggara, Luka Gores dan Berdarah
Menurut keterangan warga, paus sperma itu ditemukan pagi hari sekitar pukul 07.00 atau 08.00 Wita.
Panjangnya kurang lebih 8 meter, tetapi bobotnya masih belum diketahui.
Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, paus sperma dengan panjang sekitar 8 hingga 8,5 meter umumnya memiliki berat lebih dari 3 ton.
Pada ukuran tersebut, paus sperma biasanya masih tergolong individu muda atau betina berukuran kecil.
Sebab jantan dewasa dapat tumbuh jauh lebih besar dengan panjang mencapai sekitar 16 hingga 20 meter.
Tubuh paus itu mengalami luka yang cukup serius, sejumlah goresan putih tampak memanjang di bagian tubuhnya yang berwarna abu-abu gelap.
Darah juga terlihat keluar dari area mulut dan beberapa bagian tubuh, hingga membuat air laut di sekitarnya berubah kemerahan.
Sebagai informasi, Pomalaa dapat ditempuh melalui jalur darat naik motor atau mobil dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Jaraknya sekira 170 kilometer atau menempuh perjalanan 5-6 jam berkendara. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)