Oleh: Munajad, Ph.D
PROHABA.CO - Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jemaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala, Sang Pemilik segalanya.
Pujian kehebatan, kebesaran, kesucian, semua milik Allah Subhanahu wa ta’ala.
Selawat dan salam tentu kita panjatkan ke hadirat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang nanti kita nantikan syafaatnya di yaumil kiamah.
Jemaah muslim yang dimuliakan oleh Allah. Kita berada pada bulan yang sangat mulia, bulan suci Ramadhan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, memberikan pesan kepada kita sekalian dalam Surah Al-Baqarah, dalam ayat yang sangat populer ini.
Banyak pesan yang mendalam, yang merupakan inti dari kehidupan, yang mengingatkan kepada kita sekalian, yaitu adalah takwa.
Takwa ini bukan hanya disampaikan pada bulan Ramadhan, tapi hampir setiap minggu minimal pada Jumatan.
Khutbah Jumat pun tidak sah jika tidak ada perintah mengajak kita untuk bertakwa.
Jadi, takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu adalah inti kehidupan.
Artinya, apa? Itu adalah sumber kesuksesan, sumber kehidupan, sumber kebahagiaan, hidup di dunia dan di akhirat.
Takwa itu salah satu maknanya adalah hakikatnya pengendalian diri.
Jadi, internal mengendalikan diri kita sendiri.
Baca juga: Ikhlas: Amal Besar yang Bisa Gugur Tanpa Kita Sadari
Dalam Surat Al-Baqarah tadi tentang perintah puasa, salah satu instrumen, salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk bisa mengendalikan diri adalah dengan berpuasa.
Itu adalah salah satu alat agar kita nanti ujungnya bisa menjadi orang yang bertakwa.
Puasa pada lahiriahnya adalah ibadah menahan lapar, menahan makan dan minum sejak pagi hari, sejak subuh, nanti kembali makan lagi setelah magrib.
Jadi, secara lahiriah, yang di permukaan itu tampaknya hanya mengendalikan diri dalam bentuk makan dan minum.
Namun, jika kita dalami lebih mendalam, itu akan semakin luar biasa.
Karena, hanya dengan menahan dari makan saja kita sudah merasakan luar biasa bagaimana lemahnya kita, bagaimana kekurangan kita.
Nah, itu dengan mengendalikan diri kita akan bisa merasakan kelemahan kita.
Dan, nanti di ujungnya, pada saat berbuka puasa, kita akan bisa merasakan nikmatnya lahiriah.
Bagaimana ketika kita bisa menahan, itu pada akhirnya kita akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa.
Ini sama pelajaran dalam hidup kita seluruhnya. Mengendalikan diri itu adalah salah satu inti dari kehidupan yang bisa menghantarkan kita kepada ketakwaan.
Sebagai contoh yang bisa kita jelaskan saat ini adalah era digital, era media sosial yang luar biasa banjir informasi.
Namanya banjir itu justru kelemahannya adalah kita mendapatkan air yang bersih. Informasi yang bersih itu sangat sulit sekali.
Sehingga, pada intinya di era digital ini, pelajaran puasa mengendalikan diri kita sendiri itu menjadi sangat penting.
Baca juga: Ramadhan Bulan untuk Reparasi dan Pembersihan Hati
Sebagai contoh, mulai dari kita me-review, mengendalikan diri mana yang perlu dan mana yang tidak perlu ketika menscroll.
Mendapatkan informasi yang tidak perlu, kita lewati.
Terus kemudian ketika kita men-chat, merespons dari informasi itu di media sosial, itu juga harus kita bisa mengendalikan diri.
Jangan asal. Apalagi ini di bulan puasa.
Kita harus latihan bukan hanya makan dan minum, melainkan juga nanti selama bulan Ramadhan dan seterusnya.
Ramadhan kita jadikan latihan untuk mengendalikan yang besar.
Jangan sampai kita mengeluarkan hal-hal yang negatif, hal yang dampaknya tidak baik.
Semua kita mempunyai kekurangan tentu. Jadi, baik pemerintah, tetangga kita, saudara kita, jika nanti ada yang posting sesuatu, responsnya itu harus hati-hati.
Jangan sampai justru menambah kesemrawutan dari media sosial ini.
Jadi, kita jaga diri kita sehingga nanti apa yang kita keluarkan itu bersih.
Semua orang punya kekurangan. Pemerintah juga punya kekurangan.
Namun, dengan bertakwa kita justru fokus kepada kekurangan diri kita.
Nanti kalau kita sibuk memberikan komentar yang negatif atau entah dengan alasan mengkritik atau apa pun, kita harus menahan jadinya.
Kita tahu semua algoritma di dalam media sosial.
Baca juga: Ramadhan, Menyempurnakan Hubungan Sesama Manusia
Begitu kita banyak mengeluarkan sentimen negatif, maka media yang akan datang kepada kita itu juga sesuatu hal yang buruk, yang negatif.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati, mengendalikan diri selama bulan Ramadhan ini.
Sehingga, nanti yang kita keluarkan dari diri kita selama bulan Ramadhan itu adalah hal-hal yang baik.
Perintah Allah dalam beberapa ayat yang lain, “Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullah wa qulu qaulan sadida.”
Jadi, memang mengendalikan diri, baik dalam puasa atau dalam mengendalikan diri dalam berkata -- kalau sekarang media sosial kan kita dalam menulis -- itu memang dekat sekali dengan ketakwaan.
Begitu kita bisa mengendalikan diri dari makan dan minum, mengendalikan tangan kita, mulut kita, insyaallah kita akan mendekati menuju kepada ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Janji Allah sudah jelas. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, kalau ada masalah apa pun pasti akan diberikan solusi oleh Allah sendiri.
Dan, jika kita menginginkan rezeki yang banyak, Allah akan memberikan rezeki yang tidak pernah kita duga-duga ataupun tidak pernah kita minta.
Sekali lagi, bulan Ramadhan ini adalah bulan yang luar biasa.
Allah, kalau bahasa dunia itu mendiskon, mengobral apa pun. Semua kebaikan, kerahmatan, pahala, keindahan, berkah dari Allah akan diguyurkan selama bulan Ramadhan ini.
Sehingga, jangan gunakan kesempatan yang luar biasa ini hanya habis untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Setiap saat kita coba manfaatkan bulan Ramadhan ini.
Sehingga, nanti kalau kita bermedsos pun tidak apa-apa.
Akun-akun yang komentarnya negatif, jelek-jelek, itu di-unfollow, jangan diikuti. Namun, akun-akun yang mengajak kepada kebaikan, seperti akun masjid atau pengajian yang ada live pengajian, itu diikuti.
Nanti, insyaallah ketika yang tidak baik di-unfollow dan yang baik di-follow, otomatis itu akan menutup pintu negatif.
Dari media sosial, algoritmanya akan mengarahkan semua yang baik-baik itu akan datang kepada Anda.
Sekali lagi, mari jemaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah, kita manfaatkan Ramadhan ini sebagai bulan pengendalian diri.
Pertama, kita mengendalikan diri kita sendiri dari hal-hal yang buruk atau hal-hal yang mengarah kepada hal buruk.
Kita mendekati hal-hal yang baik.
Silakan dicari sendiri apa yang nanti akan diobral, akan didiskon, akan diberikan luar biasa banjir kebaikan oleh Allah pada bulan Ramadhan ini.
Mari kita sambut berkah, pertolongan dari Allah, pengampunan dari Allah selama bulan Ramadhan ini.
Semoga kultum kali ini bisa bermanfaat dan semakin membuat kita dekat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala serta menjadi insan yang baik dan bermanfaat untuk semuanya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)
Baca juga: Sabar: Ibadah Sunyi yang Pahalanya Besar
Baca juga: Panggilan Keimanan di Bulan Ramadhan
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-14 Ramadhan, Allah Tidak Akan Menghisabnya di Hari Kiamat