TRIBUNJATENG.COM - Kecelakaan maut yang melibatkan bos rokok HS, Muhammad Suryo, berakhir damai.
Kecelakaan menelan empat korban.
Yakni istri bos rokok yang meninggal dunia, Muhammad Suyo yang luka-luka, dan dua lainnya ayah dan anak Abdullah serta Deva yang juga mengalami luka-luka.
Dalam insiden tersebut, Moge yang ditkendarai Muhammad Suryo dan istri menabrak Jupiter MX di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) sore.
Baca juga: Harley Davidson Terseret Puluhan Meter Setelah Hantam Jupiter MX Nyeberang, Istri Bos Rokok Tewas
• Zainal Petir Bongkar Dugaan Penganiayaan Sadis Mahasiswa Undip, Korban 5 Jam Disiksa 30 Orang
Muhammad Suryo pun menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab atas insiden kecelakaan itu.
Perwakilan keluarga Muhammad Suryo mendatangi langsung korban yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, keluarga Muhammad Suryo menyampaikan komitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pengobatan pengendara Jupiter MX Abdullah dan anaknya, Deva, hingga mereka dinyatakan sembuh total.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan nyata atas musibah yang terjadi.
Selain biaya medis, pihak keluarga Suryo juga memberikan jaminan masa depan bagi Deva melalui pemberian beasiswa pendidikan penuh.
Beasiswa tersebut direncanakan akan meng-cover seluruh biaya pendidikan Deva hingga jenjang perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari kesepakatan tanggung jawab, perwakilan keluarga menyerahkan santunan tunai Rp 20 juta serta satu unit sepeda motor baru kepada Abdullah.
Penyerahan ini dimaksudkan untuk memulihkan kerugian materiil yang dialami korban akibat kecelakaan tersebut.
Muhammad Suryo juga melakukan panggilan video (video call) secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Abdullah.
Langkah personal ini menegaskan itikad baik keluarga besar pengusaha tersebut dalam menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," kata Suryo saat video call, dikutip Tribunjogja.com
Dia juga berharap hubungan kedua keluarga tetap terjalin baik setelah peristiwa tersebut.
"Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan (Anda) keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," kata Suryo.
Sementara, Abdullah, selaku pihak korban, menyambut baik kehadiran dan langkah-langkah nyata yang dilakukan oleh keluarga Suryo.
Ia mengapresiasi keberanian pihak keluarga untuk datang dan memenuhi tanggung jawab secara menyeluruh.
Kedua belah pihak kini telah mencapai titik temu dan sepakat untuk menempuh jalan damai.
Abdullah menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan peristiwa tersebut dan menganggap persoalan telah selesai melalui tanggung jawab yang diberikan.
"Kami menerima dengan baik tanggung jawab yang diberikan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara damai," ujar Abdullah.
Kecelakaan yang melibatkan motor Harley Davidson dan sepeda motor Jupiter MX itu menyebabkan istri Muhammad Suryo, Anis Syarifah (41) meninggal dunia.
Sedangkan sang suami, kritis dan dirujuk ke RS Jogjakarta International Hospital (JIH).
Dua korban lainnya, Abdullah dan anaknya, Deva, yang mengendarai Jupiter MX harus menjalani perawatan medis di RSUD Wates, Kulon Progo.
Dunia usaha di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diselimuti duka mendalam.
Anis Syarifah, istri dari pemilik perusahaan rokok HS (Surya Group), dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates-Purworejo, Dusun Palihan, Temon, Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) sore.
Insiden maut ini melibatkan motor gede (moge) Harley Davidson yang dikendarai oleh suami korban, Muhamad Suryo.
Moge tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang dikendarai oleh ayah dan anak berinisial AA serta DN.
Anis Syarifah yang sedang dibonceng meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Muhamad Suryo kritis sehingga dirawat di RS Jogjakarta International Hospital (JIH).
Korban AA dan DN dilaporkan mengalami patah kaki.
Polres Kulon Progo masih mendalami kronologi serta penyebab kecelakaan.
Rokok HS mulai berkembang pesat sejak tahun 2024 dan dikenal karena kebijakan rekrutmennya yang inklusif bagi warga lokal.
Jenazah disemayamkan di kediamannya di perumahan Green Hills Residen, Kabupaten Sleman.
Anis Syarifah dikebumikan di Pemakaman Muslim Tajem, Sleman pada Senin (2/3/2026) siang.
Wanita 41 tahun itu meninggalkan suami, Muhamad Suryo serta dua anak.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya turut menghadiri prosesi pemakaman dan memberikan ucapan duka untuk keluarga korban.
"Saya atas nama segenap pelayat dan Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan duka cita mendalam," ucapnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menyatakan proses penyelidikan kecelakaan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).
"Proses ini dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara akurat," bebernya, dikutip dari TribunJogja.com.
Sejumlah barang bukti di lokasi kecelakaan dikumpulkan dan para saksi diperiksa.
Hingga kini, penyebab kecelakaan belum terungkap.
"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap," tandasnya.
Sebelumnya, warga yang ditabrak bernama Abdullah alias Aab, menerangkan sepeda motor ditabrak moge Harley Davidson saat menyeberang.
“Pas ditabrak itu, anak saya kelempar sampai ke kali. Deva tulangnya keluar di kanan. Sekarang masih dipantau dokter,” terangnya.
Ia mengaku melihat mobil saat menyeberang, namun lokasinya jauh.
Saat menyeberang, tiba-tiba muncul moge dari balik mobil yang hendak menyalip.
Lantaran jarak yang sangat dekat, tabrakan tak dapat dihindari.
"Anak saya jatuh ke sungai. Untung air tidak deras," tuturnya.
Ia dan anaknya akan menjalani operasi patah tulang. (*)
Baca juga: Fakta Lengkap OTT KPK Bupati Fadia Arafiq, Wajah-wajah Tegang Pejabat saat Diangkut ke Jakarta
Baca juga: Detik-detik Bertrand Tewas Tertembak Polisi, Kesaksian Warga dan Tangisan Ibu