Timur Tengah Bergejolak, Pemprov NTB Pastikan Distribusi BBM Masih Normal   
Sirtupillaili March 04, 2026 03:21 PM


TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG di wilayah NTB dalam kondisi aman.

"Distribusi berjalan normal melalui jaringan Pertamina di seluruh kabupaten/kota," kata Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, Niken Arumdati, dalam pernyataan tertulis pada Tribun Lombok, Rabu (4/3/2026).

Pernyataan ini disampaikan Niken menyusul dinamika geopolitik global di Timur Tengah yang kian memanas, dimana perang antara Iran dan AS-Israel semakin meluas. 

Saat ini, Dinas ESDM NTB terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk memastikan kelancaran distribusi serta menjaga kecukupan stok energi bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.

Baca juga: Konflik Iran vs AS dan Israel Memanas Usai Khamenei Tewas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Dorong Energi Baru Terbarukan

lihat foto
PENGISIAN BBM - Warga mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2023).

Ke depan, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan seperti energi surya, mikrohidro, dan bioenergi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi daerah serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan, sehingga pasokan energi tetap terjaga bagi seluruh masyarakat NTB," katanya.

Kenaikan Harga Awal Bulan

Niken menambahkan, dampak dinamika politik di Timur Tengah saat ini sudah muali dirasakan. Berdasarkan data, terjadi kenaikan harga BBM di awal bulan untuk produk non PSO (Public Service Obligation).

Misalnya, produk BBM di SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya di Februari yang hanya Rp 11.800 per liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 menjadi Rp 12.900 per liter dari sebelumnya Rp 12.450 per liter.

Pertamax Turbo menjadi Rp 13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter. Lalu Dexlite menjadi Rp 14.200 per liter dari sebelumnya Rp 13.250 per liter. Dan Pertamina Dex menjadi Rp 14.500 per liter dari Rp 13.500 per liter.

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.