TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Para siswa sekolah rakyat tampil dalam parade Cap Go Meh 2026 di Kampung Cina, Manado, Sulut, Selasa (3/3/2026).
Sekolah Rakyat merupakan pendidikan berasrama gratis bagi anak anak miskin ekstrem.
Program ini digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: Serba-serbi Cap Go Meh di Kota Bitung: Barongsai hingga Tarian Kabasaran Warnai Ritual Goan Siau
Mengenakan pakaian seragam hijau, anak - anak dari sekolah Rakyat berbaris tegak menuju ke panggung utama.
Di sana mereka berhenti.
Lantas memeragakan berbagai gerakan baris - berbaris dengan sempurna.
Peragaan ditutup dengan memberi penghormatan pada para tamu utama.
Aksi mereka direspon oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Yulius bangkit berdiri, lantas memberi hormat pada para siswa ini.
Dirinya terlihat sangat bangga melihat para siswa tampil disiplin.
Diketahui sekolah Rakyat di Manado adalah SRMP 21 Manado.
Sekolah ini mulai beroperasi sejak 2025.
Ruang kelasnya berada di eks Sentra Tumou Tou Manado.
CAP GO MEH MANADO
Di tengah - tengah suasana dunia yang tak menentu, Cap Go Meh di Manado meniupkan harapan akan harmoni serta kembalinya keselarasan hidup.
Cap Go Meh Manado digelar di kampung Cina Manado, Sulut, Selasa (3/3/2026).
Hajatan tahunan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan toleransi.
Ribuan warga dari berbagai suku dan agama membaur dalam perayaan itu.
Tanpa sekat.
Berbagai budaya dari Sulawesi Utara ikut ambil bagian dan membuat Cap Go Meh kian meriah.
Bahkan instrumen musik bambu mampu memberikan karakter yang khas dalam Cap Go Meh Manado.
"Rasanya musik bambu ini sudah jadi bagian dari Cap Go Meh, tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika tak ada musik bambu, pasti terasa sepi," kata seorang umat Tridharma.
Momen momen penuh toleransi hadir dalam perayaan Cap Go Meh.
Contohnya saat di seputaran waktu berbuka puasa, musik bambu memainkan lagu Sholawat, saat melintas di Kampung Arab.
Umat Muslim yang menyaksikan Cap Go Meh bertepuk tangan.
Ada pula kala seorang pendekar muda berhijab melakukan atraksi unik menaiki Liong dan Barongsay.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus dengan memukul gong.
Yulius menyebut Cap Go Meh Manado adalah momen perayaan juga kerukunan.
"Saya berharap ini dapat terus dilaksanakan," katanya.
Dalam sejumlah momen, Yulius bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw turut
memberikan angpao kepada Barongsai.
Cap Go Meh Manado dibuka dengan barisan non ritual kemudian disambung barisan ritual.
Untuk barisan non Ritual ada Kabasaran, Paskibraka, barisan BKSAUA, dance, kungfu serta siswa sekolah rakyat.
Untuk barisan ritual tampil kuda Locia, bendera para panglima langit, barisan sembahyang,
pikulan, kio serta Tang Sin.
Sebanyak 10 Tang Sin beserta 14 Kio dari Sembilan Kelenteng tampil.
Mereka beraksi memeragakan gerakan atraktif, kadang ekstrem.
Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong Manado Jemmy Binsar menuturkan, Cap Go Meh adalah hari yang membawa berkah.
"Kami yakin dalam prosesi ini Tuhan akan mengutus para malaikatnya ke dalam dunia untuk menyelaraskan alam agar supaya kehidupan bisa makmur, sandang pangan tercukupi," kata dia.
Menurut dia, dalam Cap Go Meh, pihaknya mengundang budaya di Sulut untuk gabung memeriahkan Cap Go Meh.
Hal itu, kata dia, sebagai bentuk toleransi.
"Apalagi di Sulut ini terkenal dengan semboyan torang samua basudara," kata dia. (ART)