Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI BARAT- Seorang anak perempuan berinisial A (1) diduga menjadi korban pelecehan oleh tetangga laki-laki, R (48).
R yang merupakan seorang duda itu diduga melakukan pelecehan ketika A dititipkan oleh sang ibu, FS (36) lantaran ingin bekerja.
FS yang bekerja sebagai biduan keliling itu mengatakan, dugaan pelecehan itu dilakukan di sebuah kontrakan di Kota Bekasi.
Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap kondisi putrinya yang terus menangis.
Ia mengira tangisan itu disebabkan hal biasa, seperti popok yang penuh atau ukuran pampers yang tidak nyaman.
“Awalnya saya kira anak saya nangis terus karena pampersnya penuh. Saya ganti, tapi masih nangis juga. Saya pikir mungkin ukurannya kekecilan, akhirnya saya ganti dari ukuran L ke XL, tapi tetap nangis,” kata FS saat ditemui di kontrakan, Rabu (4/3/2026).
Namun, kecurigaan FS mulai muncul ketika anaknya terlihat kesakitan saat buang air kecil.
Bahkan sempat menangis ketika bagian alat vitalnya tersentuh ketika dimandikan.
Pasca kondisi yang terjadi pada 20 Desember 2025 itu, A juga sempat mengalami demam dan meringis pada malam hari.
“Kalau pipis dia seperti kesakitan. Kalau dimandikan dan tersentuh di bagian kelaminnya, dia nangis. Malam itu juga sempat demam dan meringis terus,” jelasnya.
FS menuturkan, kemudian A dibawa olehnya ke Puskesmas untuk diperiksa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bidan menyebut kondisi alat vital korban tidak wajar dan menyarankan agar segera dilakukan visum serta melapor ke polisi.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dengan Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/3287/XII/2025/SPKT/PolresMetroBekasiKota/PoldaMetroJaya tertanggal 24 Desember 2025.
Setelah membuat laporan, FS diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada hari yang sama, visum langsung dilakukan ke anak saya, hasil visum baru diterima sekitar tiga bulan kemudian, hasilnya katanya ada benda tumpul masuk ke kemaluannya anak saya,” ujar FS dengan suara bergetar.
FS menyampaikan, ia menduga kuat kalau pelaku adalah R karena setiap A melihat R, kerap bereaksi dan mengucapkan kata-kata tertentu sembari menunjuk ke arah alat vitalnya.
“Kalau lihat dia (R), anak saya ngomong ‘Atut, atut, a au’ terus kalau ditanya sakit di mana, dia nunjuk ke bagian kelaminnya,” ucapnya.
Selain itu, FS menduga R merupakan pelaku karena selama ini A memang kerap dititipkan kepada yang bersangkutan.
Bahkan dirinya pun juga mengaku punya dua saksi kuat terkait peristiwa ini.
"Saya ada saksi, tapi saksi tidak mau kasih keterangan karena takut berurusan dengan polisi," imbuhnya.
FS mengungkapkan untuk saat ini, ia mendapat informasi dari penyidik kalau proses perkara masih berjalan dan berkas tengah dipersiapkan untuk langkah lanjutan, termasuk pemanggilan saksi-saksi.
Dirinya pun berharap kasus ini segera rampung dan pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku. (M37)
“Saya cuma berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (M37)