Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M Taufiqullah menyebut tidak ada jalur jalan provinsi yang secara khusus dikategorikan sebagai jalur rawan bencana.
Menurutnya, penanganan jalan disesuaikan dengan jenis bencana yang terjadi di lapangan.
M Taufiqullah mengatakan, kondisi kerawanan bencana di ruas jalan provinsi bersifat situasional.
“Tidak ada jalur rawan bencana khusus. Tergantung bencananya,” kata Taufiqullah, Saat dikonfirmasi Rabu, (4/3/2026).
Baca Juga Gubernur Mirza Tinjau Jalan Rusak, Ruas Gunung Batin-Daya Murni Diperbaiki Jelang Mudik
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh ruas jalan provinsi yang masuk kegiatan pemeliharaan akan ditangani sebelum Lebaran.
Langkah ini dilakukan agar tidak ada jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan selama arus mudik dan arus balik Idulfitri.
Menurut Taufiqullah, penanganan yang dilakukan berupa pemeliharaan rutin dan darurat dengan fokus pada penambalan serta perbaikan titik-titik kerusakan di ruas jalan provinsi.
“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pemeliharaan menjelang Lebaran berbeda dengan program pembangunan 62 ruas jalan pada 2026.
Pemeliharaan dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dalam waktu dekat, sementara pembangunan jalan tetap mengikuti tahapan pengadaan dan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca-Lebaran.
“Jadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” tegasnya.
Taufiqullah menambahkan, seluruh jajaran di lapangan telah diminta bergerak cepat, terutama pada ruas dengan lalu lintas tinggi dan jalur utama mudik antar kabupaten/kota.
“Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026 tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)