Hujan Lebat, Atap Gedung Serbaguna GKJW Bondowoso Ambruk
Haorrahman March 04, 2026 05:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Atap gedung serbaguna Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bondowoso ambruk, Rabu (4/3/2026). Dugaan sementara, insiden tersebut dipicu kombinasi faktor usia bangunan dan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan curah hujan sehari sebelum kejadian tercatat mencapai 56 milimeter per hari, yang masuk kategori hujan lebat.

“Sementara ini kami menyimpulkan bahwa umur konstruksi rangka atapnya sudah 13 tahun, dan kami lihat juga sudah berkarat,” jelasnya.

Baca juga: Mudik Gratis Bondowoso 2026 Ditiadakan karena Efisiensi Anggaran

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD masih melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah penanganan dan opsi perbaikan.

“Ada beberapa peluang untuk perbaikan, bisa melalui anggaran kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Bondowoso, Moh Ali Mahsyur, menegaskan bangunan yang ambruk adalah gedung serbaguna, bukan ruang ibadah utama.

“Ini gedung serbagunanya yang ambruk,” tegasnya.

Baca juga: Angin Kencang di Cermee Bondowoso, Empat Tiang Listrik Roboh dan Dua Desa Gelap Gulita

Pendeta GKJW, Kristiani, menjelaskan bahwa gedung tersebut selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas jemaat di luar ibadah rutin, seperti olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, latihan paduan suara, hingga ruang baca.

Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas di dalam gedung. Untuk sementara waktu, seluruh kegiatan jemaat dipusatkan di gedung ibadah utama GKJW.

Baca juga: Rumah di Klabang Bondowoso Tertimpa Pohon, Satu Keluarga Terluka

Kerusakan meliputi struktur atap dan sejumlah perabotan penunjang kegiatan jemaat. Estimasi kerugian akibat insiden ini mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 juta hingga Rp 300 juta,” ungkap Kristiani.

Pantauan di lokasi menunjukkan jemaat bersama warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan. Personel Polri, TNI, BPBD, serta pihak kecamatan dan kelurahan turut hadir melakukan asesmen dan membantu proses penanganan awal.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.