TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Inflasi tahunan di Provinsi Jambi pada Februari 2026 tercatat mengalami kenaikan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik, inflasi year-on-year mencapai 4,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,62.
Angka itu meningkat tajam dibandingkan Februari tahun lalu, sebab berada di level 0,27 persen.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha.
Dia mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muaro Bungo sebesar 6,46 persen dengan IHK 112,34.
Sementara, inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 4,37 persen dengan IHK 109,72.
Kabupaten Kerinci berada di angka 4,48 persen dengan IHK 112,91.
Hal itu disebabkan, adanya kenaikan harga sembilan kelompok pengeluaran
“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang tertinggi dengan inflasi mencapai 17,91 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,38 persen,” katanya.
Dia menuturkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 3 persen.
Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan.
Komoditas itu di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, petai, sigaret kretek mesin, nasi dengan lauk, tomat, hingga tarif angkutan udara.
Aidil menjelaskan, wilayah Muaro Bungo yang mencatat inflasi di atas enam persen, kenaikan harga komoditas pangan serta tarif listrik disebut menjadi penyebab utama.
“Secara bulanan, Provinsi Jambi pada Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,11 persen,” jelasnya.
Dia menerangkan, pihaknya juga mencatat seluruh wilayah cakupan IHK di Provinsi Jambi mengalami inflasi secara bulanan.
Kabupaten Kerinci mencatat inflasi tertinggi month-to-month sebesar 1,07 persen, disusul Bungo 0,93 persen, dan Kota Jambi 0,38 persen.
"Dengan capaian inflasi tahunan 4,59 persen, kondisi harga di Jambi masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
“Pemerintah daerah diimbau memperkuat langkah pengendalian harga, khususnya pada komoditas pangan dan energi yang berkontribusi besar terhadap tekanan inflasi,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Konflik Iran-AS, BPS Jambi: Dampak ke Ekspor Pinang Belum Terlihat Jelas