SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo guna mengantisipasi dan mencegah banjir di sejumlah wilayah Jatim di tahun 2026.
Pasalnya, di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, kerap kali terjadi banjir seperti di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan juga di Kabupaten Mojokerto.
Untuk itu, dibutuhkan langkah strategis agar banjir langganan setiap tahun bisa dicegah dan dihindari.
“Memang saat ini kita dituntut untuk proaktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sehingga kita di sini jemput bola untuk menangani permasalahan yang belum selesai,” kata Emil kepada SURYA.co.id, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut dari koordinasi yang dilakukan Wagub Emil menegaskan ada sejumlah pembangunan besar yang kini dilakukan bersama BBWS Bengawan Solo guna pencegahan banjir. Pembangunan bendungan, tanggul hingga kolam retensi.
“Alhamdulillah tahun ini ada beberapa jurus untuk mengatasi banjir di kawasan sungai Bengawan Solos. Yang pertama adalah pembangunan bendungan karang nongko. Saat ini progresnya udah 38 persen dan akan dilanjutkan untuk mengurangi genangan air dari hulu,” ujar Emil.
Berikutnya ada waduk Jabung di Kabupaten Lamongan. Memang dikatakan Emil ini proyek lama yang belum selesai.
Namun, kabar baiknya, di tahun ini dianggarkan dari pemerintah pusat sebesar Rp 60 miliar untuk melanjutkan proyek pembangunan waduk Jabung.
Akan tetapi penambahan anggaran itu dimungkinkan belum bisa menyelesaikan proyek. Masih dibutuhkan anggaran sebesar Rp 140 miliar untuk penyelesaian proyek waduk tersebut.
“Tahun ini kan Rp 60 miliar. Nah masih kurang Rp 140 miliar pagi. Mudah-mudahan dalam waktu satu dua tahun setelah tahun ini selesai, bisa segera dianggarkan lagi sehingga pembangunan bisa selesai,” urainya.
Masih di kawasan Lamongan, Mantan Bupati Trenggalek ini menjelaskan bahwa saat ini masih sering terjadi luapan sungai Bengawan Jero.
Hal ini sudah diatasi dengan revitalisasi rumah pompa. Rencananya kapasitas rumah pompa ini akan ditambah 10 meter kubik lagu guna.
Rumah pompa ini akan ditambah kapasitas untuk mempercepat penyedotan air ketika banjir untuk dialirkan kembali ke Bengawan Solo.
Selain itu pompa kuro juga masih butuh direvitalisasi agar penanganan banjir bisa lebih optimal.
“Kemudian ini juga busa dikombinasikan dengan penguatan floodway yang sekarang 600 meter kubik menjadi 1000 meter kubik,” tegas Emil yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini.
Berikutnya terkait penanganan banjir Kali Lamong yang juga bagian dari BBWS Bengawan Solo, dikatakan Emil saat ini ada proyek New Urban Flood Resillience bersama World Bank.
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menegaskan bahwa untuk Kali Lamong ada proyek besar pembangunan tanggul sepanjang 45 kilometer.
Ada titik enam tanggung yang terbangun diprioritaskan untuk kawasan padat penduduk dan yang paling rawan banjir.
“Akan tetapi saat ini yang sudah terbangun baru 18 kilometer. Masih ada PR yang harus kita kerjakan,” tegas Bayu.
Saat ini memang ada perencanaan pembangunan kolam retensi. Dan sudah dikerjakan BBWS Bengawan Solo di tahun 2022-2023.
Proyek ini masih akan dilanjutkan dengan pembebasan dari pemkab Gresik.