Jemaah Umrah Asal Malang Tertahan di Mekkah, Patungan untuk Biaya Akomodasi
Ardhi Sanjaya March 04, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jemaah umrah asal Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih tertahan di Mekkah akibat terganggunya penerbangan dari Jeddah ke Indonesia, seiring memanasnya konflik di Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran.

Salah satu jemaah umrah yang masih tertahan di Mekkah, KH Thoriq Bin Ziyad menyebut, sesuai jadwal, dirinya seharusnya sudah meninggalkan Mekkah pada Senin (2/3/2026).

"Seharusnya hari ini saya sudah meninggalkan Mekkah. Namun penerbangan harus di-cancel," ungkap melalui sambungan telepon, Rabu (4/3/2025).

Sejak keberangkatannya, Gus Thoriq menyebut saat ini dirinya terhitung sudah 15 hari berada di Tanah Suci Mekkah bersama 14 rombongan dari Travel Haji dan Umrah Mujahidin, Malang.

Berdasarkan informasi dari petugas agen travel, pihaknya baru bisa bertolak dari Mekkah pada 6 Maret 2026.

"Saya dengar tanggal 5 ada yang bisa terbang, kemungkinan bisa kembali pulang ke Indonesia tanggal 6 Maret 2026 dini hari," katanya.

Selama menjalani ibadah umrah, dirinya bersama 14 orang rombongan menginap di Hotel Al Orabi, berjarak 400 meter dari Masjidil Haram.

Namun, karena terjadi penundaan kepulangan, berdampak pada akomodasi jemaah. Ia bersama jemaah umrah lainnya dibawa menuju tempat istirahat yang baru, sejak Senin lalu.

"Batas waktu di hotel kan sudah habis, kalau dilanjutkan biayanya cukup mahal. Sehingga kami terpaksa harus keluar dari hotel dan dipindahkan oleh agen travel ke sebuah apartemen di kawasan Aziziyah sambil menunggu dibukanya jalur penerbangan," ujarnya.

Gus Thoriq memastikan situasi di Mekkah sejauh ini masih baik-baik saja. Hanya saja, operasional pesawat komersil masih ditutup.

"Kalau situasi di Mekkah baik-baik saja. Aman-aman saja, hanya jadwal kepulangan jemaah umrah agak terganggu," tuturnya.

Ia berharap proses kepulangannya menuju Indonesia segera mendapat kabar baik dan lancar sampai ke Jakarta.

"Doakan kami selamat, dan lancar bisa terbang menuju ke Jakarta. Semoga krisis di Timur Tengah cepat mereda," sambungnya.

Sementara itu, Komisaris Travel Haji dan Umrah Mujahidin Malang, Ahmad Sahril mengatakan, pihaknya sudah membeli tiket pesawat untuk 14 jemaah umrah yang bersamanya, dengan jadwal keberangkatan tanggal 6 Maret 2026.

"Kita booking tiket pesawat, baru bisa berangkat rencana tanggal 6 Maret 2026," tuturnya.

Ia menyebut, seharusnya sudah meninggalkan Mekkah pada Senin (2/3/2026) lalu.

Namun, akibat agresi militer AS-Israel dan Iran pecah, semua penerbangan di Arab Saudi dibatalkan.

"Penerbangan dari Jeddah di-cancel. Kalau kemarin disuruh nunggu sampai tanggal 9 Maret 2026. Tapi, kita enggak mau refund, tapi maskapai enggak mau bertanggung jawab karena ini masalah global dunia katanya," beber Sahril.

Alhasil, untuk mensiasati biaya akomodasi selama menunggu jadwal penerbangan, Sahril bersama 14 jemaah umrah terpaksa patungan.

Sebab, menurutnya harga penginapan dan makanan di Mekkah selama bulan Ramadhan naik tiga kali lipat.

“Maka tidak ada jalan lain, kami urunan dengan jemaah. Harapan kami secepatnya bisa pulang, banyak keluarga kami khawatir, mereka menunggu kepulangan kami. Meski di sini kami aman-aman saja," pungkas Sahril.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.